Belajar dari Kasus Keracunan MBG, Pemkot Balikpapan Pastikan Pengawasan Terus Berjalan

Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan pengawasan dan koordinasi terus dilakukan untuk menjaga keamanan pelaksanaan program tersebut di satuan pendidikan.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, pihaknya merupakan salah satu unsur yang mendukung pelaksanaan program MBG di satuan pendidikan. Namun, kewenangan Disdikbud sejauh ini lebih pada penyiapan data serta mendukung Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program.

“Kalau kami sampai pada penyiapan data saja dan mendukung kegiatan-kegiatan Badan Gizi Nasional untuk memberikan makan bergizi gratis kepada anak-anak kita,” ujarnya Senin (17/8/2026).

Menurut Irfan, layanan MBG saat ini sudah menjangkau satuan pendidikan di seluruh kecamatan di Balikpapan. Pelaksanaannya masih dilakukan secara bertahap sehingga belum seluruh sekolah mendapatkan layanan tersebut.

Hampir seluruh wilayah Balikpapan, mulai dari Balikpapan Barat, Timur, Selatan hingga Balikpapan Tengah, telah terdapat satuan pendidikan yang menerima program MBG.

Bagi siswa yang sekolahnya belum mendapatkan layanan MBG, Irfan mengatakan penentuan penerima bukan berada di tangan Disdikbud.

“Banyak anak-anak kita yang bertanya, kenapa sekolah kami belum dapat? Karena bukan kami yang menentukan, maka kami tidak bisa berjalan sendiri,” jelasnya.

Ia berharap BGN dapat mempercepat perluasan program sehingga seluruh satuan pendidikan di Balikpapan dapat menjadi penerima manfaat MBG. Saat ini, cakupan penerima manfaat disebut telah mendekati 50 persen.

Kasus Keracunan MBG Jadi Perhatian

Di tengah perluasan program tersebut, munculnya kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan MBG di sejumlah daerah, termasuk Bontang dan Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian Pemkot Balikpapan.

Irfan mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan MBG di Balikpapan tetap memenuhi standar keamanan makanan.

“Pemerintah Kota Balikpapan selalu melakukan monitoring dari teman-teman Dinas Kesehatan Kota. Harapan kita jangan sampai ada kejadian seperti itu,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkot Balikpapan juga telah memiliki Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan.

Satgas tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan pelaksanaan MBG di daerah. Jika ditemukan persoalan serius, termasuk berkaitan dengan keamanan pangan, terdapat prosedur atau standar operasional prosedur (SOP) yang harus dijalankan.

“Kalau terjadi, SOP-nya sudah ada. Kami kan ada Satgas MBG, ketuanya Pak Sekda. Artinya ada sanksi. Kalau misalnya ditemukan (pelanggaran), ya ditutup SPPG nya,” pungkasnya.***

Penulis: Samsul

Editor: Donny M.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses