Update Gempa NTT: 53 Warga Meninggal, 5.488 Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menewaskan 53 orang dan menyebabkan 137 warga mengalami luka-luka. Ribuan warga masih mengungsi, sementara ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak. (Foto: BNPB)

JAKARTA, inibalikpapan.com – Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menewaskan 53 orang dan menyebabkan 137 warga mengalami luka-luka. Ribuan warga masih mengungsi, sementara ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak.

Data sementara tersebut disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).

Sebaran korban meninggal tercatat di enam wilayah. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan korban terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang, Sikka empat orang, Manggarai Barat satu orang, Nagekeo satu orang, dan Ende dua orang.

“Berdasarkan data sementara pada Minggu (15/8/2026), total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang,” kata Berton.

5.488 Warga Masih Mengungsi

Selain korban meninggal, sebanyak 137 warga mengalami luka-luka dan kini mendapat perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat.

Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan rumah warga. Data sementara mencatat 154 rumah rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman. Sejumlah fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan fasilitas publik lainnya turut terdampak.

Sementara itu, proses pendataan pengungsi masih berlangsung. Hingga Minggu, sebanyak 5.488 warga mengungsi secara terpusat, sedangkan 171 orang lainnya mengungsi secara mandiri.

Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan penanganan darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau harus meninggalkan rumah untuk sementara.

Gempa Susulan Tercatat Hampir 1.000 Kali

Situasi di wilayah terdampak juga masih dipengaruhi aktivitas gempa susulan.

BNPB mencatat sebanyak 995 gempa susulan terjadi setelah gempa utama, dengan 46 gempa di antaranya dirasakan masyarakat.

Kondisi tersebut membuat proses pencarian dan pertolongan tetap menjadi prioritas tim gabungan di lapangan.

“Meski fokus utama saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban, kebutuhan masyarakat mengungsi juga diupayakan pemerintah,” jelas Berton.

4.925 Paket Bantuan Mulai Disalurkan

Di tengah proses evakuasi dan pendataan, pemerintah mulai menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait telah berada di lokasi untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

Bantuan logistik dari pemerintah pusat juga telah tiba melalui jalur darat maupun udara, termasuk di Maumere dan Labuan Bajo. Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 4.925 paket.

Penanganan berikutnya tidak hanya menyangkut pencarian dan pertolongan korban, tetapi juga pemenuhan kebutuhan warga yang mengungsi serta pendataan kerusakan akibat gempa.***

Penulis: Donny M.
Sumber: BNPB & Suara.com (jaringan inibalikpapan.com)
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses