Kebakaran Bukit Tengkorak Disorot, Otorita IKN Temukan Bekas Tebangan Pohon Besar
NUSANTARA, Inibalikpapan.com – Kebakaran yang melanda kawasan Bukit Tengkorak, Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, selama hampir sepekan mulai mengarah pada dugaan aktivitas pembukaan lahan.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menemukan bekas penebangan sejumlah pohon berukuran besar di area yang terbakar. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kebakaran bukan semata-mata dipicu faktor alam, melainkan berkaitan dengan aktivitas manusia.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna A. Safitri, mengatakan titik api di Bukit Tengkorak muncul di sejumlah lokasi dan berpindah-pindah selama hampir sepekan.
Otorita IKN masih melakukan pengukuran untuk memastikan luas kawasan yang terdampak kebakaran.
“Bukit Tengkorak ini telah terjadi kebakaran hampir seminggu terakhir. Spot-nya berpindah-pindah. Saat ini kita sedang mengukur luasan area terdampaknya,” ujar Myrna saat meninjau lokasi bekas kebakaran, Sabtu (5/9/2026).
Ada Bekas Tebangan di Area Terbakar
Yang menjadi perhatian Otorita IKN adalah posisi sebagian lokasi kebakaran yang berada di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.
Di lokasi, petugas menemukan bekas penebangan pohon-pohon besar. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya rangkaian aktivitas pembukaan lahan yang kemudian disusul pembakaran.
“Kita melihat sendiri di sini ada bekas tebangan. Ada pohon-pohon besar yang ditebang kemudian area ini dilaporkan sebagai area terbakar. Jadi kuat dugaan bahwa setelah dilakukan penebangan, areal ini juga dilakukan pembakaran,” kata Myrna.
Menurut dia, aktivitas perambahan maupun pembukaan lahan di kawasan konservasi Tahura Bukit Soeharto tidak diperbolehkan.
Terlebih, pembukaan lahan dengan cara membakar memiliki risiko besar terhadap kawasan hutan yang saat ini berada dalam kondisi rentan.
El Niño Bikin Tahura Makin Rentan
Otorita IKN mengingatkan ancaman kebakaran semakin tinggi di tengah kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Niño.
Myrna menyebut kondisi tanah yang belum sepenuhnya pulih turut meningkatkan kerentanan kawasan Tahura Bukit Soeharto terhadap kebakaran.
Kawasan tersebut juga memiliki sejarah panjang kebakaran hutan. Salah satu kebakaran besar terjadi pada 1997 dan meninggalkan dampak terhadap ekosistem yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.
Karena itu, setiap aktivitas pembukaan lahan harus menjadi perhatian serius.
“Ini adalah untuk keselamatan kita semua. Ini adalah untuk keselamatan makhluk hidup yang ada juga karena bisa dibayangkan areal ini terbakar, berapa banyak makhluk hidup yang harus kehilangan habitatnya,” ujarnya.
Satu Kasus Masuk Penyidikan
Otorita IKN memastikan persoalan kebakaran di kawasan konservasi tidak berhenti pada imbauan.
Langkah penegakan hukum mulai disiapkan. Bahkan, satu kasus kebakaran di area tersebut telah masuk proses penyidikan dan tersangka pembakar lahan telah diamankan.
Otorita IKN juga sebelumnya telah memperkuat pencegahan melalui Surat Edaran Kepala Otorita IKN mengenai larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Myrna menegaskan perlindungan Tahura Bukit Soeharto membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Aturan, menurutnya, tidak akan efektif apabila tidak dibarengi tindakan nyata di lapangan.
“Seluruh pihak harus betul-betul berkomitmen, tidak hanya lisan, tidak hanya di atas kertas, tetapi juga di dalam tindakan untuk melindungi Tahura Bukit Soeharto,” tegasnya.
Otorita IKN Siapkan Langkah Hukum
Otorita IKN masih membuka ruang persuasi, dialog dan kolaborasi dengan masyarakat maupun pihak terkait untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
Namun, apabila larangan dan berbagai upaya pencegahan tetap diabaikan, penegakan hukum menjadi opsi berikutnya.
“Kalau imbauan-imbauan yang telah diberikan oleh Otorita IKN, upaya-upaya persuasi dan dialog telah dilakukan dan itu juga tidak diindahkan, maka tentu saja jalan terakhir adalah kita akan melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkas Myrna.
Kebakaran di Bukit Tengkorak kini menjadi ujian serius bagi perlindungan kawasan Tahura Bukit Soeharto. Temuan bekas tebangan pohon besar membuat penanganan kebakaran tidak hanya menyangkut pemadaman api, tetapi juga pengawasan terhadap dugaan pembukaan lahan di kawasan konservasi.
Sumber : Humas Otorita IKN
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
