Pemkot Balikpapan Tekankan Penguatan Nilai Agama di Tengah Perubahan Zaman

Muhammad Arif Fadillah
Muhammad Arif Fadillah (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pembangunan Kota Balikpapan tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menilai kualitas manusia, karakter, dan kekuatan nilai keagamaan menjadi fondasi penting agar kemajuan kota tidak kehilangan arah.

Pesan tersebut mengemuka dalam Daurah Syar’iyyah Intensif 2026 yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan, Sabtu (5/9/2026).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Balikpapan Muhammad Arif Fadillah mengatakan, perubahan sosial yang berlangsung cepat membutuhkan masyarakat yang tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki pegangan nilai yang kuat.

Menurutnya, pemahaman keagamaan menjadi salah satu bekal penting, khususnya bagi generasi muda, agar mampu menghadapi berbagai persoalan kehidupan tanpa kehilangan landasan moral.

“Daurah ini menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, sekaligus mempererat silaturahmi dan membangun ukhuwah Islamiyah,” ujar Arif.

Ilmu Agama Tak Cukup Berhenti di Ruang Pembelajaran

Arif menegaskan, kegiatan keagamaan tidak semestinya berhenti pada proses transfer pengetahuan. Ilmu yang diperoleh peserta harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga dapat dirasakan keluarga dan lingkungan sosial di sekitarnya.

“Yang kita harapkan bukan hanya bertambahnya pengetahuan, tetapi bagaimana ilmu tersebut bisa diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Daurah Syar’iyyah Intensif 2026 turut diikuti ulama, ustaz dan ustazah, dai, pemateri, serta perwakilan pondok pesantren dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring antar-aktor dalam pengembangan kehidupan keagamaan di daerah.

Balikpapan Tak Hanya Butuh Kota yang Maju

Pemkot Balikpapan, lanjut Arif, mendukung kegiatan positif yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Balikpapan yang terus berkembang membutuhkan masyarakat yang tidak hanya unggul dalam pendidikan maupun ekonomi, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan kepedulian sosial.

Karena itu, sinergi pemerintah dengan ulama, tokoh agama, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga kehidupan sosial yang rukun, toleran, dan saling menghargai.

“Pembangunan tidak hanya soal fisik. Kita juga harus membangun manusianya,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika perkembangan kota berlangsung cepat. Kemajuan ekonomi dan pembangunan fisik tanpa dibarengi penguatan karakter berisiko menciptakan masyarakat yang maju secara material, tetapi rapuh dalam nilai dan kehidupan sosial.

Melalui Daurah Syar’iyyah Intensif 2026, Pemkot Balikpapan berharap peserta tidak sekadar membawa pulang materi keagamaan, melainkan mampu mengamalkannya di tengah keluarga dan masyarakat.

Sebab, nilai agama tidak berhenti pada seberapa banyak seseorang memahami ajaran, tetapi juga pada sejauh mana pemahaman tersebut melahirkan perilaku dan kebaikan nyata.

Dengan demikian, pembangunan Balikpapan diharapkan berjalan dalam dua arah sekaligus: mendorong kemajuan kota dan memperkuat kualitas manusia yang menjadi penghuninya.

Penulis : Samsul

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses