PT LUI Rombak Pengurus, 20 Klub Championship Konsolidasi Hadapi Musim 2026/27
JAKARTA, Inibalikpapan.com – PT Liga Utama Indonesia (PT LUI), anak usaha PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), memperkuat struktur organisasi sekaligus menyiapkan arah kompetisi Championship musim 2026/27.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Sapphire Ballroom, Sheraton Hotel Gandaria, Jakarta, Senin (24/8/2026).
RUPS dihadiri 20 klub peserta Championship musim 2025/26. Forum tersebut menjadi momentum evaluasi perjalanan kompetisi sekaligus konsolidasi operator dan klub untuk menghadapi musim baru.
Selain membahas kompetisi, RUPS turut menyoroti aspek bisnis, tata kelola, laporan keuangan, hingga perubahan susunan pengurus perseroan.
Sadikin Aksa Jadi Komisaris Utama, Ferry Paulus Tetap Pimpin PT LUI
Dalam RUPS, pemegang saham menetapkan perubahan susunan pengurus PT LUI.
Sadikin Aksa ditetapkan sebagai Komisaris Utama, sedangkan Amir Burhanuddin dipercaya sebagai Komisaris Independen.
Di jajaran direksi, Ferry Paulus tetap menjabat Direktur Utama dan didampingi Asep Saputra sebagai Direktur.
Susunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perseroan sekaligus memastikan struktur organisasi mampu menjalankan agenda kompetisi dan bisnis musim 2026/27.
“Perubahan susunan pengurus merupakan bagian dari dinamika dan kebutuhan perseroan untuk terus berkembang. Yang paling penting adalah bagaimana struktur yang ada dapat bekerja secara solid, memiliki visi yang sama, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan perseroan dan kompetisi,” kata Ferry Paulus, dikutip dari I League.
20 Klub Bahas Masa Depan Championship
RUPS Tahunan membahas laporan kegiatan dan bisnis PT LUI sepanjang musim 2025/26.
Agenda tersebut mencakup laporan korporasi, kompetisi, dan bisnis, serta laporan keuangan perseroan tahun 2025 yang telah diaudit dan laporan keuangan interim 2025/26.
Ferry mengatakan klub memiliki posisi penting dalam ekosistem Championship sehingga komunikasi antara operator dan klub harus terus diperkuat.
“RUPS ini menjadi momentum penting bagi kami untuk bersama-sama melihat apa yang sudah dilakukan pada musim 2025/26 dan kemudian menyusun langkah ke depan. Klub merupakan bagian yang sangat penting dalam ekosistem Championship,” ujarnya.
Menurut Ferry, musim baru harus dipersiapkan bukan hanya dari sisi pertandingan, tetapi juga tata kelola dan fondasi bisnis.
“Kami ingin memastikan bahwa apa yang diputuskan dan dibahas dalam RUPS dapat menjadi pijakan bersama untuk menghadirkan kompetisi yang semakin profesional, kompetitif, dan memiliki fondasi bisnis yang sehat,” lanjutnya.
Anggaran Dasar dan Proyeksi Bisnis Ikut Dibahas
Selain RUPS Tahunan, agenda RUPS Luar Biasa membahas perubahan Anggaran Dasar perseroan.
Pemegang saham juga membahas proyeksi kegiatan dan bisnis PT LUI untuk musim 2026/27, termasuk proyeksi kompetisi, bisnis, dan keuangan.
Agenda lain yang dibahas adalah pengalihan saham perseroan yang melibatkan sejumlah klub.
Pengalihan saham tersebut antara lain melibatkan Garudayaksa FC (PT Bintang Sepakbola Dunia) dan Persis Solo (PT Persis Solo Saestu), PSS Sleman (PT Putra Sleman Sembada) dan Semen Padang FC (PT Kabau Sirah Semen Padang), serta Isenmulang Kalteng FC (PT Adhyaksa FC Banten) dan PSBS Biak (PT Sepakbola Biak Jaya).
Terdapat pula agenda pengalihan saham yang melibatkan Persekat Tegal, Donggala United, RANS Nusantara FC, De Red FC, PT LIB, dan PSGC Ciamis.
Operator dan Klub Diminta Satu Visi
Ferry menegaskan konsolidasi antara operator dan klub menjadi salah satu kunci menghadapi musim 2026/27.
Menurutnya, klub tidak hanya berstatus sebagai peserta kompetisi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun industri sepak bola nasional.
“Operator dan klub merupakan satu kesatuan dalam ekosistem kompetisi. Kami memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, tetapi tujuan akhirnya sama, yaitu menghadirkan kompetisi yang berkualitas dan membangun industri sepak bola yang semakin sehat,” tegasnya.
Dengan perubahan struktur pengurus dan pembahasan proyeksi kompetisi serta bisnis, PT LUI menempatkan musim 2026/27 sebagai momentum untuk memperkuat profesionalisme, tata kelola, dan fondasi bisnis Championship.
Komunikasi dan kolaborasi antara operator dengan klub akan menjadi bagian penting dalam menjaga kompetisi tetap kompetitif sekaligus mendorong industri sepak bola yang lebih sehat.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
