Kejar Target Ibu Kota Politik 2028, Otorita IKN Kebut 40 Proyek APBN dan 67 Investasi Swasta
NUSANTARA, Inibalikpapan.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mempercepat pembangunan fisik Tahap II guna mengejar target menjadikan Nusantara sebagai Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028, sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025.
Untuk memastikan seluruh proyek berjalan sesuai jadwal, Otorita IKN menggelar monitoring dan evaluasi bersama investor, kementerian/lembaga, penyedia jasa konstruksi, konsultan, hingga manajemen konstruksi induk di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Selasa (14/7/2026).
40 Proyek APBN Dikerjakan Otorita IKN
Pembangunan IKN saat ini didukung melalui tiga sumber pembiayaan, yakni APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta investasi swasta.
Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik, dengan rincian:
- 9 paket telah selesai pada 2025.
- 15 paket masih dalam tahap konstruksi.
- 16 paket memasuki proses persiapan lelang.
Proyek yang tengah dibangun meliputi kawasan legislatif dan yudikatif, gedung perkantoran pemerintahan, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga sistem penyediaan air minum.
Kementerian PU dan PKP Tangani 102 Proyek
Di luar Otorita IKN, pembangunan juga dilakukan oleh kementerian teknis.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani 90 paket proyek, dengan capaian:
- 78 paket telah selesai.
- 12 paket masih dalam tahap konstruksi.
Beberapa proyek strategis yang masih berjalan antara lain:
- Jalan Tol IKN.
- Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek.
- Sejumlah ruas jalan pendukung kawasan inti.
Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengerjakan 12 paket pembangunan, dengan 11 proyek telah rampung dan 1 proyek masih berjalan, yakni pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi akibat pembangunan IKN.
67 Investor Sudah Masuk, Enam Proyek Sedang Dibangun
Dari sisi investasi swasta, perkembangan juga terus menunjukkan tren positif.
Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Otorita IKN.
Dari jumlah tersebut:
- 9 proyek telah selesai dibangun.
- 6 proyek sedang memasuki tahap konstruksi.
Beberapa proyek investasi yang sedang dibangun meliputi:
- Kampus Universitas Gunadarma Nusantara.
- Rumah Sakit Abdi Waluyo.
- Teras by Plataran.
- Apartemen PT Star Bright International Investment.
- Kawasan campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang.
- Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
KPBU Segera Bangun Rumah dan Rusun
Sementara melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa, terdiri atas:
- 7 proyek sektor hunian.
- 6 proyek sektor jalan.
Dalam waktu dekat, skema ini akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk serta delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.
Basuki: Kejar Target
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan maupun kualitas hasil pekerjaan.
Ia meminta seluruh kontraktor memperketat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di setiap proyek.
“K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan,” tegas Basuki.
Selain mengevaluasi progres pembangunan, forum tersebut juga membahas berbagai kendala di lapangan serta memperkuat koordinasi antara pemerintah, investor, dan pelaksana proyek agar target penyelesaian pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan pada 2028 dapat tercapai.
Sumber : Abraham Johan
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
