81 Anak Korban Kekerasan hingga TPPO Ditampung PSPA Dharma Kaltim, Dinsos Beri Pendampingan

Panti Sosial Perlindungan Anak (PSPA) Dharma milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur
Panti Sosial Perlindungan Anak (PSPA) Dharma milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (foto : Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Panti Sosial Perlindungan Anak (PSPA) Dharma milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur kini menjadi rumah aman bagi 81 anak korban kekerasan, perdagangan orang (TPPO), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga bencana alam yang berasal dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim.

Tak sekadar menyediakan tempat tinggal, PSPA Dharma juga memberikan pendampingan psikologis, pendidikan, hingga pembinaan karakter agar anak-anak dapat pulih dari trauma dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Kepala UPTD PSPA Dharma, Sri Wahyuni, didampingi Pekerja Sosial Ahli Pertama Seksi Perlindungan dan Advokasi Sosial Teofilus Cuan’ga, mengatakan penghuni panti merupakan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.

“Yang kami tangani adalah anak-anak korban yang membutuhkan tempat aman sekaligus pendampingan agar mereka bisa kembali tumbuh dengan baik,” ujar Teofilus saat menerima kunjungan Sekretaris Dinas Sosial Kaltim, Irene Yuriantini, Kamis (9/7/2026), dikutip dari laman Pemprov.

Rumah Aman bagi Anak Korban Kekerasan

Teofilus menjelaskan, PSPA Dharma tidak hanya menangani anak terlantar, tetapi juga anak-anak yang menjadi korban berbagai persoalan sosial, seperti kekerasan seksual, KDRT, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga korban bencana alam.

Seluruh anak mendapatkan perlindungan, pengasuhan, serta pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing agar proses pemulihan berjalan optimal.

Dapat Konseling hingga Hipnoterapi

Pengolah Data dan Informasi Seksi Penyantunan dan SDM PSPA Dharma, Suyono, mengatakan seluruh kebutuhan dasar anak dipenuhi selama berada di panti.

Selain tempat tinggal, makanan, pakaian, dan pendidikan, anak-anak juga memperoleh layanan psikososial melalui berbagai program pembinaan.

Program tersebut meliputi konseling, hipnoterapi, pembinaan keagamaan, musik, menjahit, senam, hingga kegiatan organisasi Persatuan Remaja Dharma yang bertujuan membangun rasa percaya diri, disiplin, dan kemandirian.

“Anak-anak yang tinggal di panti tetap bersekolah di luar sesuai jenjang pendidikan. Sementara waktu luang mereka diisi dengan sekitar 10 program pembinaan yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang secara fisik, mental, dan sosial,” jelas Suyono.

Miliki 10 Asrama di Lahan 5,3 Hektare

PSPA Dharma berdiri di atas lahan seluas 5,3 hektare dengan fasilitas 10 asrama, yang masing-masing mampu menampung delapan hingga sepuluh anak.

Dengan layanan yang komprehensif, panti ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat perlindungan sementara, tetapi juga menjadi ruang pemulihan bagi anak-anak untuk kembali membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui pendekatan pengasuhan, pendidikan, dan rehabilitasi psikososial, Dinas Sosial Kalimantan Timur berharap setiap anak yang menjalani pembinaan di PSPA Dharma dapat kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat dengan kondisi mental yang lebih kuat dan kehidupan yang lebih mandiri.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses