Ayam potong di pasar Klandasan Balikpapan

Kenaikkan Harga Daging Ayam dan Sayuran Picu Inflasi di Balikpapan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kenaikkan harga daging ayam memicu inflasi pada bulan Juni 2021 di Balikpapan sebesar 0,47% (mtm), lebih rendah dibandingkan Mei sebesar 0,25% (mtm).

Dalam rilis Bank Indonesia Balikpapan  yang diterima inibalikpapan menyebutkan, kenaikkan harga daging ayam disebabkan karena menurunnya pasokan dan adanya kenaikan harga pakan.

Selain daging ayam, kenaikkan harga sayuran diantaranya kangkung dan sawi hijau karena menurunnya produksi ditengah curah hujan yang tinggi. Juga ikut memicu inflasi bulan Juni.

Inflasi juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,08% (mtm) yang disebabkan oleh naiknya harga bahan bakar rumah tangga.

Inflasi juga dialami oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,05% (mtm) yang didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan di tengah naiknya harga emas dunia.

Sementara secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 0,70% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,33% (yoy) maupun Kaltim  sebesar 1,21% (yoy).

Di sisi lain, terjadi deflasi di kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,13% (mtm), yang dipengaruhi penurunan tarif angkutan udara pasca berlalunya periode arus balik Lebaran.

Beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya adalah menurunnya produksi sayur-sayuran dipengaruhi intensitas curah hujan yang diperkirakan masih cukup tinggi.

Potensi penurunan pasokan dari daerah sentra di Jawa Timur akibat pemberlakuan PPKM Jawa – Bali, naiknya harga barang – barang di kelompok kesehatan seiring dengan naiknya permintaan khususnya dari pasien covid-19; dan peningkatan tarif cukai rokok terhadap harga rokok.

Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi dan berkolaborasi menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. menjaga inflasi tetap rendah dan stabil menuju sasaran 3% +- 1.

Comments

comments

Baca juga ini :  Update 21 Mei 2021 : Bertambah 87 Kasus POsitif Covid-19 di Kaltim, 5 Kasus Kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.