Kaltim Susun Renja 2027: Sekda Sri Wahyuni Tekan Ego Sektoral Demi Entaskan Kemiskinan
SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi memulai penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2027.
Dalam Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar di Kantor Bappeda Kaltim, Selasa (12/5/2026), sinergi antar-dinas menjadi poin krusial untuk mempercepat akselerasi ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.
Fokus Intervensi: Desa dan Data Terukur
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa pembangunan tahun 2027 tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. Ia meminta seluruh instansi mengacu pada satu data kemiskinan yang terukur, terutama pada klaster desil 1 di wilayah pedesaan.
“Area intervensi utama berada di desil 1 berdasarkan klaster desa, karena wilayah pedesaan masih banyak terdapat penduduk miskin. Perangkat Daerah lain kemudian menyesuaikan bentuk intervensinya sesuai kewenangan masing-masing,” jelas Sri Wahyuni.
Strategi ini bertujuan agar pengalokasian belanja daerah lebih terarah dan memiliki dampak nyata (outcome) yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kelas bawah.
Akselerasi Ekonomi Lewat Desain Terintegrasi
Selain pengentasan kemiskinan, forum yang berlangsung selama dua hari (12–13 Mei 2026) ini juga fokus pada penguatan ekonomi daerah. Sri Wahyuni menginstruksikan adanya grand design pembangunan yang mengintegrasikan peran lintas sektor.
“Kita ingin lebih terarah dan sinergis. Bukan lagi perangkat daerah memiliki output masing-masing, tetapi bersama-sama berkontribusi mencapai tujuan yang sama,” tegasnya di hadapan para kepala dinas.
Forum ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya, Kepala Bappeda Kaltim, Muhaimin, Kepala BPKAD Kaltim, Ahmad Muzakkir, Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana.serta jajaran kepala dinas lainnya (Kelautan, Pariwisata, dan DPMPD). / Pemprov
BACA JUGA
