Kepala BPPDRD Balikpapan Paparkan Strategi Penguatan PAD di Rakor DJPKN VI

Kepala BPPDRD Balikpapan Idham

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai upaya menjaga kemandirian fiskal dan mendukung pembangunan berkelanjutan.


Komitmen tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara (DJPKN) VI.


Dalam forum yang diikuti sejumlah pemerintah daerah tersebut, Idham memaparkan berbagai langkah yang dilakukan Balikpapan dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui penguatan tata kelola pajak dan retribusi berbasis digital.


Menurutnya, peningkatan PAD tidak semata-mata berfokus pada kenaikan target penerimaan, tetapi juga harus dibarengi dengan pelayanan publik yang transparan, cepat, dan mudah diakses masyarakat.


“Optimalisasi PAD harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ketika sistem pelayanan semakin baik dan transparan, maka tingkat kepatuhan wajib pajak juga akan meningkat,” ujar Idham.


Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Balikpapan saat ini terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pajak daerah. Langkah tersebut dilakukan melalui integrasi data, pembayaran elektronik, hingga pengawasan transaksi usaha secara digital guna meminimalkan potensi kebocoran pendapatan.


Selain digitalisasi, BPPDRD Balikpapan juga memperkuat pengawasan dan pendataan potensi pajak daerah agar penerimaan daerah dapat lebih optimal. Pendekatan persuasif kepada wajib pajak juga tetap dikedepankan untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kontribusi masyarakat terhadap pembangunan daerah.


Dalam paparannya, Idham menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem fiskal yang sehat dan berkelanjutan.


Menurut dia, keberhasilan pengelolaan PAD tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor agar pembangunan daerah dapat berjalan optimal di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.


Forum Rakor DJPKN VI tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah terkait strategi pengelolaan keuangan dan penguatan kapasitas fiskal. Sejumlah inovasi yang diterapkan Pemerintah Kota Balikpapan mendapat perhatian peserta karena dinilai adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan publik modern.


Pemerintah Kota Balikpapan berharap penguatan PAD dapat terus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pelayanan publik lainnya.


Dengan tata kelola keuangan daerah yang semakin modern dan akuntabel, Balikpapan optimistis mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat perannya sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses