Karang Joang, Wajah Lain Balikpapan Utara yang Tumbuh dari Pertanian dan Semangat Warganya
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com– Di balik citra Balikpapan sebagai kota jasa dan industri, Kelurahan Karang Joang di Kecamatan Balikpapan Utara menyimpan potensi yang berbeda. Wilayah yang menjadi pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) ini justru masih kuat dengan sektor pertanian, pendidikan masyarakat, hingga pemberdayaan warga.
Camat Balikpapan Utara Umar Adi mengatakan, Karang Joang merupakan kelurahan terluas di wilayahnya dengan luas mencapai sekitar 9.000 hektare. Letaknya pun cukup strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara sekaligus menjadi jalur menuju kawasan IKN.
“Karang Joang memiliki posisi yang sangat strategis. Selain berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, wilayah ini juga menjadi akses penting menuju IKN melalui jalan tol Balikpapan-Samarinda maupun jalur tol menuju kawasan Nusantara,” ujar Umar Adi.
Saat ini Karang Joang dihuni sekitar 31 ribu jiwa yang tersebar di 64 RT. Terdapat lebih dari 10.700 kepala keluarga yang didukung 145 kelompok dasawisma. Menurut Umar, jumlah penduduk dan luas wilayah tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan berbasis masyarakat.
Pertanian Tetap Menjadi Penopang Ekonomi Warga
Di sektor pertanian, Karang Joang masih menjadi salah satu wilayah produktif di Kota Balikpapan. Berdasarkan data penyuluh pertanian lapangan, terdapat sekitar 65 hektare perkebunan singkong yang menjadi komoditas unggulan warga.
Selain itu, ada sekitar 50 hektare lahan budidaya buah naga yang dikelola masyarakat bersama Kelompok Wanita Tani (KWT). Warga juga mulai mengembangkan berbagai tanaman pekarangan, termasuk belimbing madu yang kini mulai dikenal sebagai produk lokal khas Karang Joang.
“Potensi pertanian ini menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang terus kami dorong untuk berkembang. Di tengah perkembangan kota, Karang Joang masih mampu mempertahankan identitasnya sebagai wilayah yang produktif di sektor pertanian,” katanya.
Tak hanya mengandalkan sektor pertanian, Karang Joang juga memberi perhatian besar terhadap pendidikan masyarakat. Berawal dari lahan hibah warga dan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Astra Group pada 2015, kini berdiri pusat kegiatan belajar masyarakat yang berkembang menjadi Rumah GILAN atau Rumah Pendidikan dan Keterampilan.
Rumah GILAN Jadi Ruang Belajar Warga
Tempat ini tak hanya menjadi ruang belajar bagi anak-anak, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Sejak 2025, Rumah GILAN bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) menggelar kelompok belajar yang berlangsung setiap malam Sabtu.
Salah satu kisah yang mencuri perhatian datang dari Ketua RT setempat, Sumardi. Meski usianya tak lagi muda, ia tetap bersemangat melanjutkan pendidikan dan kini tercatat sebagai peserta didik setara kelas lima sekolah dasar. Semangatnya menjadi inspirasi bahwa belajar tidak mengenal batas usia.
“Ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kualitas sumber daya manusia. Semangat belajar yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan besar bagi kemajuan Karang Joang,” tutur Umar.
Karang Joang memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju IKN. Didukung sektor pertanian yang tetap produktif dan budaya belajar yang terus tumbuh, wilayah ini menjadi contoh pembangunan yang sejalan dengan penguatan potensi lokal.
Di tengah pesatnya perkembangan kawasan penyangga IKN, Karang Joang tetap menjaga semangat gotong royong. Pendidikan dan kemandirian masyarakat menjadi fondasi utama kemajuan wilayah ini.
BACA JUGA
