Menkeu Purbaya Ngotot Ekonomi RI Baik-Baik Saja, Ngaku Deg-degan Lihat Keluhan di Medsos
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Di tengah ramainya keluhan soal kondisi ekonomi yang beredar di media sosial, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi kuat.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja bersama DPD RI, Senin (22/6/2026). Ia mengaku sempat khawatir setelah melihat banyaknya kritik dan keluhan masyarakat mengenai kondisi ekonomi nasional. Namun setelah menelaah berbagai indikator makroekonomi, ia menilai situasi tidak seburuk yang dipersepsikan.
“Saya juga tadi deg-degan apakah betul keluhan yang disuarakan di banyak medsos itu berdasar. Kita lihat, ketika lihat angkanya tumbuh, saya agak lega, berarti tidak seburuk yang diperkirakan. Artinya masih ada daya beli yang menguat, yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya, dilansir dari Suara, jaringan inibalikpapan.com.
Pertumbuhan Ekonomi, Kredit, hingga Konsumsi Masih Tumbuh
Purbaya memaparkan sejumlah indikator yang menurutnya menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif.
Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen. Sementara inflasi berada di level 3,08 persen per Mei 2026.
Di sektor eksternal, neraca perdagangan masih mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut dengan nilai mencapai 5,64 miliar dolar AS hingga April 2026. Cadangan devisa juga berada di level 144,9 miliar dolar AS atau setara pembiayaan 5,6 bulan impor.
Menurut Purbaya, pertumbuhan kredit perbankan yang mendekati 12 persen hingga Mei 2026 juga menjadi sinyal bahwa kegiatan ekonomi masih berjalan.
“Jadi angka itu bukan angka yang dibuat oleh pemerintah, itu kan data dari perbankan. Jadi pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang masih kuat. Ini menunjukkan memang ada betul-betul perbaikan di perekonomian,” paparnya.
Selain itu, indeks aktivitas manufaktur atau Purchasing Manager’s Index (PMI) Indonesia berada di level 50,0 pada Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan sektor manufaktur masih berada di zona ekspansi.
Penjualan Mobil hingga Konsumsi Listrik Naik
Pemerintah juga mencatat sejumlah indikator konsumsi masyarakat yang masih tumbuh.
Mandiri Spending Index (MSI) berada di level 123,2 pada Mei 2026, sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat 120,9.
Di sektor otomotif, penjualan mobil meningkat 55 persen secara tahunan pada April 2026. Penjualan sepeda motor juga naik 28,1 persen setelah sebelumnya sempat mengalami kontraksi pada Maret.
Konsumsi listrik nasional turut menunjukkan peningkatan sebesar 19 persen. Rinciannya, konsumsi rumah tangga naik 23 persen, sektor bisnis tumbuh 11,9 persen, dan sektor industri meningkat 17,1 persen.
Sementara konsumsi semen domestik tercatat tumbuh 35,6 persen secara tahunan pada April 2026. Menurut Purbaya, kenaikan tersebut biasanya berkaitan erat dengan aktivitas pembangunan dan investasi.
“Artinya memang ada aktivitas real di perekonomian yang mungkin luput dari pengawasan atau pengamatan atau kalangan yang memang ingin bilang jelek saja,” tegas Purbaya.
Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan berbagai stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global pada semester kedua 2026.***
Penulis: Donny Moslem
Sumber: Suara.com (partner inibalikpapan.com)
Editor: Donny
BACA JUGA
