Lihat Langsung Gudang Bulog, Siswa Balikpapan Baru Paham Kenapa Beras Bisa Stabil

Perum Bulog menggelar kunjungan edukatif dengan mengajak puluhan siswa SMK Negeri 2 Balikpapan melihat langsung aktivitas pergudangan beras di Balikpapan, Rabu (22/4).
Perum Bulog menggelar kunjungan edukatif dengan mengajak puluhan siswa SMK Negeri 2 Balikpapan melihat langsung aktivitas pergudangan beras di Balikpapan, Rabu (22/4). Foto: Ist

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Bagi banyak orang, beras hanya soal harga di pasar. Namun di balik itu, ada sistem panjang yang jarang terlihat—mulai dari penyimpanan, pengamanan stok, hingga distribusi. Hal inilah yang coba Perum Bulog kenalkan kepada siswa SMKN 2 Balikpapan, Rabu (22/4/2026).

Saat masuk ke gudang, siswa tidak hanya melihat tumpukan beras. Mereka juga diperlihatkan bagaimana kualitas dijaga, bagaimana distribusi diatur, hingga bagaimana stok dipastikan tetap aman.

Kepala Bulog Wilayah Kaltim dan Kaltara, Musazdin Said, mengatakan kegiatan ini penting untuk membuka wawasan generasi muda.

“kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa terkait peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan. Ini juga menjadi sarana edukasi langsung agar mereka mengenal sistem pangan nasional,” ujarnya.

Ternyata Bulog Tidak Hanya Urus Beras

Salah satu siswa, Medina Kamil, mengaku awalnya mengira Bulog hanya mengurus beras. Ia juga baru memahami tentang program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bagaimana peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan.

“Saya jadi lebih mengerti produk-produk Bulog. Sebelumnya saya cuma tahu Bulog itu beras, ternyata ada banyak produk lain. Saya juga jadi tahu tentang beras SPHP dan peran Bulog dalam swasembada beras,” katanya.

Bagi siswa jurusan manajemen, kunjungan ini juga memberi gambaran nyata tentang dunia kerja—terutama di sektor distribusi dan logistik pangan.

Dari luar terlihat sederhana, tapi di dalam gudang, sistemnya terstruktur dan terorganisir.

Kota seperti Balikpapan sangat bergantung pada distribusi pangan yang stabil. Apalagi dengan perkembangan kawasan penyangga IKN, kebutuhan logistik dipastikan akan terus meningkat.

Pemahaman soal rantai distribusi seperti ini menjadi penting, terutama bagi generasi muda yang akan terlibat di masa depan.

Ke Depan, Lebih Banyak Sekolah Akan Dilibatkan

Bulog memastikan kegiatan seperti ini tidak berhenti di satu sekolah saja.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan ke depan terbuka kemungkinan untuk kunjungan sekolah lainnya ke gudang Bulog,” kata Musazdin.

Dari luar, gudang beras mungkin terlihat biasa. Tapi bagi para siswa, kunjungan ini membuka cara pandang baru—bahwa di balik sepiring nasi, ada sistem besar yang bekerja menjaga ketersediaan pangan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses