Longsor Jalan Syarifuddin Yoes Mulai Dikerjakan, Jalur Nasional Ditutup Tiga Bulan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Penanganan longsor di ruas Jalan Syarifuddin Yoes resmi memasuki tahap pelaksanaan. Jalur nasional yang selama ini menjadi salah satu akses utama mobilitas warga Kota Balikpapan tersebut ditutup total sementara waktu demi mendukung proses perbaikan konstruksi yang dinilai tidak dapat dilakukan secara parsial.
Penutupan jalan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Pemerintah Kota Balikpapan berharap pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari target tersebut, sehingga ruas jalan strategis itu bisa kembali difungsikan sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa keputusan penutupan total diambil setelah dilakukan kajian teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) bersama Dinas Pekerjaan Umum.
Menurutnya, kondisi kerusakan akibat longsor tidak memungkinkan penerapan sistem buka-tutup lalu lintas. Ruang kerja yang terbatas dinilai berisiko menghambat proses perbaikan sekaligus mengurangi tingkat keamanan di lokasi pekerjaan.
“Pada awalnya sempat dipertimbangkan skema buka-tutup. Namun hasil kajian teknis menunjukkan bahwa penanganan harus dilakukan secara menyeluruh agar aspek keselamatan pengguna jalan terjamin dan kualitas konstruksi lebih tahan lama,” ujar Fadli, Minggu (7/6/2026).
Sebagai langkah mitigasi, Dinas Perhubungan bersama Polresta Balikpapan akan melakukan pemantauan intensif selama dua pekan pertama masa penutupan. Pengawasan ini difokuskan pada efektivitas rekayasa lalu lintas serta potensi kepadatan di titik-titik pengalihan arus kendaraan.
Fadli menambahkan, koordinasi lintas sektor juga telah dilakukan dengan kepolisian, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RT di wilayah terdampak. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan arus mobilitas masyarakat tetap berjalan meskipun terjadi perubahan pola lalu lintas.
Selama masa pekerjaan, pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif. Kendaraan dari kawasan BJBJ menuju Jalan Ruhui Rahayu diarahkan melalui Jalan Punai Raya, sementara arus sebaliknya dapat menggunakan akses Jalan Perumahan Villa Damai.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas warga, jam operasional akses Villa Damai juga diperpanjang, dari sebelumnya pukul 06.00–18.00 WITA menjadi 05.00–22.00 WITA.
“Kami berharap rekayasa ini dapat mengurangi kepadatan sekaligus memberikan pilihan rute yang lebih efisien bagi masyarakat. Seluruh skema sudah disepakati bersama para pemangku kepentingan,” kata Fadli.
Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengantisipasi potensi keterlambatan selama masa penutupan berlangsung. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas warga sembari memastikan proses perbaikan infrastruktur berjalan optimal dan berkelanjutan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)
BACA JUGA
