Inflasi Kaltim Mei 2026 Meningkat Capai 3,04 Persen, Transportasi dan BBM Jadi Penyumbang Utama
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Mei 2026 tetap berada dalam kondisi terkendali, meski mengalami sedikit peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi Kaltim tercatat sebesar 0,17 persen secara bulanan (month to month/mtm), naik dari April 2026 yang berada di angka 0,11 persen. Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi mencapai 3,04 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date/ytd) tercatat 1,65 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengungkapkan bahwa tekanan inflasi pada Mei 2026 terutama dipicu oleh kenaikan pada kelompok transportasi.
“Peningkatan tarif angkutan udara dan harga bahan bakar minyak menjadi faktor utama pendorong inflasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak lepas dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan avtur yang berdampak langsung pada biaya transportasi. Selama periode laporan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dex, dan Dexlite mengalami kenaikan rata-rata sekitar 9 persen.
Selain transportasi, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga turut menyumbang inflasi, seiring masih tingginya aktivitas konsumsi masyarakat.
Namun demikian, tekanan inflasi berhasil diredam oleh deflasi pada kelompok volatile foods atau pangan bergejolak yang tercatat minus 1,09 persen (mtm). Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas strategis.
“Deflasi terutama berasal dari penurunan harga daging ayam ras, kangkung, dan ikan tongkol,” jelas Jajang.
Secara rinci, komoditas yang mendorong inflasi antara lain angkutan udara, beras, minyak goreng, solar, dan sewa rumah. Sementara komoditas yang menahan laju inflasi meliputi daging ayam ras, emas perhiasan, ikan layang, kangkung, serta bahan bakar rumah tangga.
Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim terus memperkuat sinergi melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Sepanjang Mei 2026, TPID telah menggelar 60 kegiatan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, serta program stabilisasi harga di berbagai daerah seperti Samarinda, Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, hingga Bontang.
Selain itu, TPID juga memperkuat pemantauan stok dan distribusi komoditas strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha. Upaya komunikasi publik pun terus ditingkatkan guna menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali dan mencegah lonjakan konsumsi masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, inflasi Kaltim diharapkan tetap stabil dan terkendali dalam beberapa bulan ke depan. / Pemprov
BACA JUGA
