UMKM dan AI Jadi Sorotan Stafsus Presiden, Pelaku Usaha Daerah Ternyata Masih Hadapi Tantangan Ini

UMKM dan AI Jadi Sorotan Stafsus Presiden
Diskusi penguatan UMKM dan transformasi digital digelar di Kalimantan Timur, menghadirkan pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Foto: Ist

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– UMKM dan AI kini menjadi perhatian pemerintah setelah banyak pelaku usaha di daerah mengaku masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan teknologi digital. Padahal, kecerdasan buatan atau AI dinilai mampu membantu promosi, pemasaran hingga meningkatkan produktivitas usaha dengan lebih cepat dan efisien.

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mengatakan pemerintah terus turun langsung ke berbagai daerah untuk mendengar kebutuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, bersama tim ia telah mengunjungi sekitar 25 kota dan kabupaten di Indonesia, mulai dari Sumedang, Sumatera Selatan, Aceh, Yogyakarta, Surabaya hingga Kalimantan Timur.

“Kami sengaja turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi pelaku UMKM secara langsung,” ujarnya.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut dilakukan agar kebijakan yang disusun pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.

Dalam dialog bersama pelaku UMKM, berbagai persoalan mengemuka. Mulai dari akses permodalan, pemasaran produk hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Masukan dari daerah tersebut kemudian dirangkum dan disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional.

Selain menyerap aspirasi, Staf Khusus Presiden juga berperan menjembatani koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar program pemberdayaan UMKM berjalan lebih terintegrasi.

AI Dinilai Bisa Membantu UMKM Naik Kelas

Salah satu fokus yang kini didorong pemerintah adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) bagi pelaku usaha.

Pemerintah menggandeng berbagai pihak seperti Smesco Indonesia, Kementerian UMKM, Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga Google untuk memperluas literasi digital dan pemanfaatan teknologi tersebut.

Menurut Tiar, AI bukan lagi teknologi masa depan karena saat ini sudah digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

“AI saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari penggunaan Google Maps hingga pembuatan konten promosi,” katanya.

Teknologi ini dapat membantu pelaku usaha membuat konten media sosial dan desain promosi dengan lebih cepat. Selain itu, AI juga memudahkan pembuatan materi pemasaran serta berbagai kebutuhan bisnis lainnya secara lebih efisien.

Pemanfaatan AI dinilai membuka peluang baru bagi UMKM di Balikpapan dan Kalimantan Timur untuk memperluas pasar. Peluang tersebut semakin besar seiring pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dengan promosi digital, pelaku usaha daerah kini lebih mudah dan murah memasarkan produknya. Mereka juga memiliki peluang lebih besar menjangkau konsumen di luar wilayah tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran yang besar.

Pemerintah berharap transformasi digital dan pemanfaatan AI dapat mempercepat perkembangan UMKM di Indonesia. Langkah ini diharapkan membantu pelaku usaha naik kelas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses