Warga yang fobia jarum suntik / ilustrasi

Mau Vaksin Tapi Fobia dengan Jarum Suntik, Begini Cara Mengatasinya

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Selama program vaksinasi mungkin kita banyak melihat orang yang ketakutan saat melihat jarum suntik atau biasa disebut dengan istilah trypanophobia (fobia).

Dilansir dari laman covid-`19 trypanophobia merupakan kondisi dimana seseorang mengalami ketakutan yang berlebihan akan tindakan medis yang melibatkan suntikan atau tindakan yang berhubungan dengan jarum suntik.

Fobia ini tidak hanya dialami anak-anak tapi juga sebagian orang dewasa. Biasanya, sebelum dan saat berhadapan dengan jarum suntik, penderita bisa merasakan beberapa tanda fobia jarum suntik

Tanda-tanda itu yakni, jantung berdebar, tensi menjadi naik, tangan gemetar, nafas terengah, keringat dingin, pusing, lemas, gelisah dan cemas dan pingsan

Orang dengan fobia akan berusaha menghindari kondisi/situasi dan objek yang bisa memicu ketakutan atau berusaha menghadapinya sambil menahan rasa takut dan cemas.

Untuk mengatasu fobia adalah terapi desensitisasi atau pemaparan. Pada terapi ini, penderita secara sengaja dipaparkan alias dipertemukan dengan jarum suntik. Dimulai dengan menunjukkan gambar, lalu video, kemudian dipaparkan dengan jarum, memegang jarum, hingga proses penyuntikan secara langsung.

Pada terapi pemaparan ini, sensitivitas akan menurun jika Anda dipertemukan dengan pemicu fobia Anda secara terus menerus. Lama kelamaan tubuh dan otak akan merespon ketakutan tersebut dan akan berusaha mengatasi dan membiasakan.

Pemaparan secara bertahap dan berkelanjutan lama-lama dapat mengurangi sensitivitas seseorang terhadap pemicu fobianya. Untuk membantu mengatasi fobia, penderita disarankan melakukan meditasi sambil memberikan sugesti pada diri sendiri.

Caranya, duduk yang nyaman dan tenang, posisi duduk tegak, letakkan tangan di paha. Atur nafas sampai nafas teratur kurang lebih 1 menit. Dan Tarik nafas dari hidung 4 hitungan, tahan 4 hitungan, hembuskan lewat mulut 4 hitungan

Lakukan meditasi selama 10-15 menit sambil tanamkan dalam pikiran saya bisa mengatasinya, saya akan baik-baik saja. Sebaiknya meditasi ini dilakukan setiap hari selama minimal 14 hari.

Comments

comments

Baca juga ini :  Tahun 2015, Pertumbuhan Ekonomi Di Balikpapan Diproyeksi 3,98 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.