Momen Hardiknas 2026 Jadi Pengingat Wajibnya Warga Balikpapan Belajar 13 Tahun
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mulai mensosialisasikan kebijakan wajib belajar 13 tahun pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sebagai langkah menekan angka anak tidak sekolah sejak usia dini.
Kebijakan ini ditargetkan mulai diterapkan penuh pada 2027, sementara tahun 2026 menjadi fase pengenalan kepada masyarakat. Fokus utamanya adalah memperkuat peran pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi awal pendidikan.
Bunda PAUD Kota Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud menegaskan, penguatan PAUD menjadi kunci memutus mata rantai anak putus sekolah.
“PAUD bukan hanya soal baca tulis. Di sana anak belajar membangun karakter, perkembangan kognitif, bersosialisasi, dan beradaptasi dengan lingkungan. Ini menjadi bekal penting sebelum mereka masuk SD,” ujarnya.
Menurutnya, masih banyak orang tua yang lebih memilih memasukkan anak ke les membaca dibanding PAUD. Padahal, pendekatan pendidikan usia dini dinilai lebih menyeluruh dalam membentuk kesiapan anak.
Selain sosialisasi wajib belajar 13 tahun, Pemkot Balikpapan juga meluncurkan program penguatan karakter melalui buku berbasis kearifan lokal berjudul Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Buku ini dirancang sebagai media pembelajaran karakter sejak usia dini.
Upaya lain dilakukan melalui gerakan Balikpapan Cinta Literasi, hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bunda PAUD, serta Tim Penggerak PKK. Program ini hadir dalam format video literasi yang ditayangkan di ruang publik seperti Bandara SAMS Sepinggan, hotel, dan videotron agar menjangkau masyarakat lebih luas.
Peringatan Hardiknas tahun ini juga menonjolkan pendidikan inklusif. Seluruh petugas upacara berasal dari kalangan pelajar, termasuk siswa sekolah luar biasa (SLB).
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah ketika siswa kelas VIII SLB membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945 dengan penuh percaya diri.***
BACA JUGA
