Sinopsis Film ‘Ghost in the Cell’ Karya Sutradara Joko Anwar, Masih Tayang di Bioskop Balikpapan

Ghost in the Cell (instagram.com/jokoanwar)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar masih bertahan di layar bioskop dan memasuki hari ke-10 penayangan sejak hadir 16 April 2026 lalu.

Film ini tak hanya menawarkan teror horor, tetapi juga menyuguhkan cerita gelap kehidupan di dalam lapas yang dibalut kritik sosial tajam.

Mengutip IMDB, film ini mengikuti kisah Dimas, seorang wartawan yang harus mendekam di penjara setelah dituduh membunuh atasannya sendiri. Tuduhan itu muncul tak lama setelah ia mengungkap serangkaian kematian misterius para pekerja di hutan Kalimantan, kasus yang diduga berkaitan dengan kepentingan besar.

Masuk ke Lapas Labuhan, Dimas justru berhadapan pada situasi yang jauh lebih mencekam. Kehidupan di balik jeruji digambarkan penuh tekanan, mulai dari relasi kekuasaan antar napi hingga perlakuan aparat yang tidak selalu berpihak pada keadilan.

Namun teror sesungguhnya baru dimulai setelah kehadiran Dimas. Satu per satu narapidana mulai tewas dengan cara yang tidak wajar. Kematian-kematian ini memunculkan ketakutan sekaligus kecurigaan di antara penghuni lapas.

Di tengah situasi yang semakin kacau, muncul dugaan adanya kekuatan tak kasat mata yang mengincar mereka yang memiliki “energi negatif”.

Hal ini membuat para narapidana berusaha bertahan dengan cara yang tidak biasa, bahkan dipaksa untuk berubah demi menyelamatkan diri.

Namun, bertahan menjadi hal yang tidak mudah di lingkungan yang sarat ketidakadilan. Ketegangan semakin meningkat ketika para penghuni lapas mulai menyadari bahwa ancaman yang mereka hadapi tidak hanya datang dari sosok misterius, tetapi juga dari sistem yang selama ini mereka jalani.

Alur cerita berkembang dengan penuh kejutan dan sulit ditebak. Joko Anwar menghadirkan kombinasi horor, komedi gelap, sekaligus sindiran terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Film ini bisa merepresentasikan Indonesia,” kata Joko Anwar dalam konferensi pers di Jakarta awal April lalu.

Melalui cerita ini, penonton diajak melihat sisi lain kehidupan di dalam penjara, termasuk berbagai kejanggalan yang kerap menjadi sorotan publik, seperti perlakuan istimewa bagi tahanan tertentu hingga dugaan manipulasi sistem.

Di hari ke-10 penayangannya, Ghost in the Cell masih menjadi perbincangan karena tidak hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga menyentil realitas yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses