Ilustrasi (wikipedia)

Mulai Disalurkan, 10.917 Warga Balikpapan Penerima BLT

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan langusng tunai (BLT) tahap pertama senilai Rp 600 ribu. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening penerima melalui BNI maupun BRI.

Namun sebagian warga Kota Balikpapan justru mempertanyakan data Kementerian Sosial terkait penerima BLT. Pasalnya, warga menilai ada yang seharusnya tidak layak menerima BLT, namun justru menerima.

Menanggapi itu Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengungkapkan, data yang digunakan Kementerian Sosial untuk menyalurkan BLT merupakan data terpadu kesehateraan sosial (DTKS) yang dihimpun setiap 3 bulan.

“DTKS memang 3 bulan sekali kalau gak salah dilakukan evaluasi oleh Dinas Sosial (kota dan Kabupaten) kemudian disampaikan ke Kementerian Sosial dengan tembusan ke Gubernur atau Dinas Sosial Provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan terjadi bias DTKS bisa saja terjadi. Namun ada beberapa kriteria hingga bisa masuk dalam DTKS. “Sehingga memang data itu selalu dievaluasi bila ada laporan masyarakat, bisa diwaktu yang akan datang dilakukan perbaikkan,” ujarnya.

Rizal mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima sebanyak 10.917 keluarga miskin (gakin) yang masuk DTKS dan yang menerima BLT. “Kalau tidak salah jumlah penerima di Balikpapan itu ada 10.917, itu program Kementerian,” ujarnya.

Selain BLT juga ada bantuan PKH (penerima keluarga harapan), juga ada bantuan sembako senilai Rp 200 ribu per bulan. “Mereka yang sudah mendapat BLT tidak lagi masuk dalam PKH maupun bantuan sembako,” ujarnya.

Sementara bagi warga yang tidak memiliki rekening BNI dan BRI, sudah disiapkan 8 titik untuk penyaluran BLT. “Yang dilaporkan ke saya ada 8 titik kalau tidak salah disiapkan untuk penyalurannya,” ujarnya.

Comments

comments

Baca juga ini :  Hingga Kemarin Sebanyak 89 Jemaah Haji Meninggal Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.