Optimistis Masuk Banggar 2027, Pemkot Balikpapan Matangkan Perencanaan Proyek Strategis
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis guna mendorong pengembangan infrastruktur dan fasilitas publik. Namun, keterbatasan fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat pemerintah kota berharap adanya dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat melalui APBN.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan alokasi anggaran daerah saat ini masih difokuskan pada pemenuhan mandatory spending, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya ruang fiskal untuk membiayai proyek infrastruktur skala besar.
“Karena keterbatasan APBD, kita berharap ada bantuan keuangan dari provinsi maupun APBN untuk mendukung pembangunan fasilitas kota,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, pemerintah kota tetap berkomitmen menyiapkan perencanaan yang matang agar setiap peluang pendanaan dapat segera dimanfaatkan. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, bersama dirinya telah meminta Bappedalitbang Kota Balikpapan untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) sejumlah proyek prioritas.
“Kita siapkan dulu DED-nya secara lengkap. Jadi ketika ada peluang pendanaan dari provinsi atau pusat, kita sudah siap secara teknis dan administrasi,” jelas Bagus.
Salah satu proyek yang diusulkan melalui pembiayaan APBN adalah revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur. Konsep yang dirancang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik pasar, tetapi pengembangan kawasan terpadu yang menghadirkan arena bermain, pusat ekonomi kreatif, serta sentra kuliner modern.
“Konsepnya menyerupai pusat perbelanjaan modern, tetapi tetap berbasis pasar rakyat. Pelaku usaha lokal harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Sudah Tahap Survei
Ia menambahkan, pemerintah kota membuka ruang masukan sejak tahap survei dan perencanaan awal sebelum DED disusun. Langkah itu dilakukan agar pembangunan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pedagang yang sudah lama beraktivitas di lokasi tersebut.
“Jangan sampai kita bangun, tapi pelaku usaha yang selama ini beroperasi justru kehilangan tempat. Itu yang harus kita pikirkan bersama,” katanya.
Usulan proyek strategis tersebut telah dipresentasikan di hadapan pemerintah pusat oleh wali kota bersama tim teknis yang melibatkan Bappedalitbang, Dinas Pekerjaan Umum, BKAD, serta Sekretaris Daerah. Jika mendapat persetujuan, proyek diharapkan dapat masuk dalam pembahasan Badan Anggaran APBN dan direalisasikan pada 2027.
“Kita doakan saja mudah-mudahan bisa masuk APBN 2027 sehingga pembangunan bisa segera berjalan,” tutup Bagus optimistis.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)
BACA JUGA
