BAKTI Komdigi Evaluasi Jaringan, Warga Payung-Payung Sudah 10 Tahun Menunggu Internet Merata

Tim BAKTI Komdigi bersama pihak SD Negeri 001 Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, meninjau pemanfaatan layanan internet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan pelayanan publik di wilayah kepulauan.
Tim BAKTI Komdigi bersama pihak SD Negeri 001 Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, meninjau pemanfaatan layanan internet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan pelayanan publik di wilayah kepulauan. Foto: Ist

BERAU, inibalikpapan.com – Internet kini menjadi kebutuhan utama bagi sekolah, kantor kampung, hingga pelaku usaha. Namun di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, sebagian warga masih harus menghadapi keterbatasan jaringan meski usulan peningkatan infrastruktur telekomunikasi sudah disampaikan sejak lebih dari satu dekade lalu.

Bagi warga di wilayah kepulauan terluar Kalimantan Timur ini, internet bukan lagi sekadar sarana komunikasi. Koneksi yang stabil dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar, pelayanan administrasi kampung, hingga mendukung usaha masyarakat yang mulai memanfaatkan platform digital.

Kampung Payung-Payung terdiri dari dua wilayah RT. Warga di RT 2 relatif menikmati akses internet yang lebih baik, sementara sebagian wilayah RT 1 masih menghadapi keterbatasan sinyal dan belum mendapatkan layanan yang merata.

Kondisi tersebut membuat sejumlah aktivitas digital belum berjalan optimal. Padahal hampir seluruh warga telah menggunakan telepon pintar untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, hingga mendukung kegiatan ekonomi keluarga.

Kepala SD Negeri 01 Payung-Payung mengatakan keberadaan internet saat ini sangat penting untuk dunia pendidikan maupun pelayanan pemerintahan kampung.

“Kami merasakan manfaat internet yang sangat besar, terutama untuk kegiatan sekolah dan administrasi pemerintahan. Namun jaringan yang ada masih perlu ditingkatkan agar pelayanan dan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Sekolah dan Layanan Kampung Bergantung pada Jaringan

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai sistem administrasi pemerintahan kampung telah beralih ke layanan digital. Pelaporan, pengelolaan keuangan, hingga pengiriman data kini dilakukan secara daring.

Saat jaringan melambat, proses pelayanan pun ikut terhambat.

Menurut aparat kampung, proses unggah data administrasi sering membutuhkan waktu lebih lama ketika kualitas internet menurun. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi pelayanan publik, tetapi juga kegiatan pendidikan yang memerlukan akses internet setiap hari.

Di kantor kampung, fasilitas internet gratis bahkan menjadi salah satu titik berkumpul warga dan pelajar untuk mengakses jaringan, terutama pada sore hingga malam hari.

Saat Wisatawan Datang, Internet Justru Melambat

Tantangan lain muncul ketika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Maratua meningkat.

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau, arus kunjungan wisatawan yang tinggi turut meningkatkan penggunaan jaringan internet. Pada periode tertentu, kondisi ini membuat kualitas koneksi menurun dan memperlambat aktivitas yang bergantung pada layanan digital.

Bagi warga, sekolah, maupun kantor kampung, jaringan yang stabil menjadi kebutuhan penting agar aktivitas tetap berjalan tanpa hambatan.

BAKTI Komdigi Evaluasi Kebutuhan Penambahan Kapasitas

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, menjelaskan bahwa setiap usulan peningkatan kapasitas internet akan melalui evaluasi teknis terlebih dahulu.

BAKTI memantau tingkat penggunaan jaringan melalui sistem Network Operating System (NOS) yang terpusat di Jakarta. Dari sistem tersebut, tingkat pemanfaatan bandwidth di setiap titik layanan dapat diketahui sebelum keputusan peningkatan kapasitas dilakukan.

Menurut Fadhilah, prioritas penambahan kapasitas internet diberikan untuk mendukung pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

BAKTI juga membuka peluang pemisahan akses internet antara kebutuhan administrasi pemerintahan dan penggunaan publik agar layanan pemerintahan tetap berjalan stabil meski penggunaan internet masyarakat meningkat.

Masyarakat Payung-Payung berharap peningkatan layanan internet dapat segera terwujud sehingga seluruh wilayah kampung memperoleh akses yang lebih merata.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Di era digital saat ini, kualitas internet ikut menentukan kelancaran pendidikan, pelayanan publik, hingga peluang ekonomi masyarakat.

Bagi warga di Pulau Maratua, internet telah berkembang menjadi infrastruktur penting yang membantu membuka akses pengetahuan, memperkuat layanan pemerintahan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah wisata di wilayah terluar Kabupaten Berau.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses