BAKTI Komdigi dan Resort Pratasaba Kolaborasi Lestarikan Terumbu Karang di Maratua
BERAU, Inibalikpapan.com – Pembangunan kawasan perbatasan kini tak lagi hanya berbicara soal menjaga kedaulatan negara. Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur digital, aspek ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan juga menjadi perhatian penting dalam strategi pembangunan nasional.
Hal itu disampaikan Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fadhilah Mathar, saat mengikuti kegiatan transplantasi terumbu karang bersama pengelola Resort Pratasaba dan sejumlah insan media di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Menurut Fadhilah, paradigma pembangunan wilayah perbatasan telah mengalami perubahan. Selain berfungsi menjaga kedaulatan negara, kawasan perbatasan juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Untuk kawasan perbatasan ada perubahan paradigma. Selain fungsi menjaga kedaulatan yang sangat penting, ada fungsi ekonomi dan fungsi kelestarian lingkungan hidup yang juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Karena itu, berbagai program yang dijalankan BAKTI Komdigi tidak hanya berfokus pada penyediaan akses internet dan konektivitas digital di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program-program tersebut juga dirancang untuk memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman bibit terumbu karang di perairan Maratua. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BAKTI Komdigi, Resort Pratasaba, dan media yang berkunjung ke kawasan wisata bahari tersebut.
Fadhilah mengatakan, pelestarian terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus mendukung sektor pariwisata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
“Kami berharap terumbu karang yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. Saat kita kembali ke sini nanti, semoga Maratua menjadi semakin indah,” katanya.
Libatkan Wisatawan dalam Konservasi

Di sisi lain, Resort Pratasaba juga secara konsisten menjalankan program transplantasi terumbu karang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga ekosistem laut, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi wisatawan.
Manajer Resort Pratasaba, Eeng, mengatakan kegiatan transplantasi terumbu karang rutin digelar sebanyak empat kali dalam setahun. Melalui program ini, wisatawan diajak terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan laut.
“Selain menikmati keindahan alam Maratua, para tamu juga kami ajak berkontribusi langsung dalam upaya pelestarian lingkungan. Harapannya, mereka tidak hanya datang sebagai wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan menjaga kelestarian laut,” ujarnya.
Dalam kegiatan terbaru, Resort Pratasaba menyiapkan 10 rak terumbu karang yang digunakan sebagai media transplantasi. Rak-rak tersebut ditempatkan di area tertentu untuk mendukung pertumbuhan dan pemulihan ekosistem bawah laut.
Menurut Eeng, keberadaan terumbu karang yang sehat sangat penting bagi keberlanjutan destinasi wisata Maratua. Selain menjadi habitat berbagai jenis ikan, terumbu karang juga berfungsi melindungi pantai dari abrasi serta menjadi daya tarik utama bagi wisatawan pecinta snorkeling dan diving.
Selama kegiatan masuk dalam program CSR, seluruh biaya pelaksanaan ditanggung pihak resort sehingga peserta tidak dikenakan biaya tambahan.
Jika ada tamu yang ingin menggelar kegiatan serupa di luar program CSR, Resort Pratasaba membuka skema kerja sama. Dalam mekanisme tersebut, pembagian hasil dilakukan masing-masing sebesar 50 persen.
Kolaborasi antara BAKTI Komdigi, pelaku industri pariwisata, dan media ini menjadi bukti bahwa pembangunan digital dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Di tengah pesona laut biru Maratua yang mendunia, upaya menjaga terumbu karang menjadi simbol pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan teknologi, tetapi juga menjaga harmoni dengan alam demi generasi mendatang.
BACA JUGA

