Pariwisata Kaltim Digenjot, Strategi “Cantolan Destinasi” dan IKN Jadi Andalan

Firnandi Gufron

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak utama ekonomi daerah, tak terkecuali di Balikpapan dan seluruh wilayah Kalimantan Timur. 

Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat pariwisata terbukti mampu menghasilkan devisa, menyerap tenaga kerja, serta memberikan efek berganda yang positif bagi berbagai sektor ekonomi lainnya.

Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata, Firnandi Gufron, menyampaikan bahwa pendekatan pemasaran kini diarahkan pada konsep inovatif bernama “cantolan destinasi”. Strategi ini menitikberatkan pada pengembangan potensi wisata baru dengan cara mengaitkannya pada destinasi yang telah lebih dulu populer dan dikenal luas oleh masyarakat.

“Jika kita memiliki potensi yang belum dikenal, maka perlu dicantolkan dengan destinasi yang sudah populer. Ini menjadi rumus penting dalam memperluas jangkauan pemasaran,” ujar Firnandi dalam keterangannya, Rabu (22/04/2026).

Salah satu contoh nyata yang diangkat adalah kawasan Kepulauan Derawan yang selama ini menjadi ikon wisata unggulan. Pemerintah mendorong penyusunan pola perjalanan wisata (travel pattern) yang mengintegrasikan Derawan dengan destinasi-destinasi lain di sekitarnya.

 Tujuannya agar wisatawan tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan terdorong untuk menjelajahi lebih banyak lokasi.

Melalui pendekatan tersebut, pengalaman wisata diharapkan berkembang menjadi perjalanan yang lebih komprehensif. “Kita ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Timur tidak hanya tentang Derawan, tetapi juga memiliki banyak destinasi lain yang menarik untuk dikunjungi,” tegasnya.

IKN Sebagai Magnet Baru

Selain pengembangan destinasi alam, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menjadi peluang emas yang tak boleh dilewatkan. IKN diharapkan mampu menjadi magnet baru yang tidak hanya menarik perhatian wisatawan domestik. Tetapi juga mancanegara untuk berkunjung ke Kalimantan Timur.

Namun, Firnandi menekankan bahwa kekuatan pariwisata tidak semata terletak pada potensi alam yang dimiliki, melainkan pada bagaimana potensi tersebut dikemas dan dikomunikasikan secara efektif. Strategi komunikasi harus disesuaikan dengan karakter audiens yang beragam agar pesan yang disampaikan tepat sasaran.

“Potensi kita sudah sangat kaya. Tantangannya adalah bagaimana mengemasnya dengan baik dan menyampaikannya secara relevan kepada pasar,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci. Agar pengembangan pariwisata dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Dengan strategi yang terarah dan kolaboratif, pemerintah optimistis sektor pariwisata di Kalimantan Timur akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata. Terhadap peningkatan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Firnandi.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses