Pasokan Air Samarinda Masih Aman di Tengah El Niño, Bendungan Benanga Mulai Diwaspadai
SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Pasokan air bersih di Kota Samarinda masih dalam kondisi aman meski musim kemarau dan fenomena El Niño mulai meningkatkan tekanan terhadap sumber air baku. Perumda Air Minum Tirta Kencana Samarinda menyebut belum ada pengurangan kapasitas produksi secara masif, tetapi Bendungan Benanga mulai menjadi titik yang perlu diwaspadai.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim, mengatakan pihaknya telah menyiapkan empat skenario mitigasi untuk menghadapi kemungkinan penurunan kapasitas produksi.
Empat skenario tersebut terdiri atas Strategi Normal, Strategi Waspada, Strategi Siaga, dan Strategi Kritis.
“Untuk kondisi saat ini, posisi Kota Samarinda masih berada pada tingkat Strategi Normal,” ujar Nor Wahid, dikutip dari laman Pemprov.
Sempat Masuk Fase Waspada
Nor Wahid mengungkapkan, sekitar lima hingga enam hari sebelumnya Samarinda sempat memasuki fase Strategi Waspada.
Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena arus sorong yang bertepatan dengan tingginya pasang air laut saat fase bulan purnama. Situasi itu sempat mengganggu operasional dua instalasi pengolahan air dan menurunkan kapasitas produksi.
Namun, kondisi tersebut dapat diatasi. Curah hujan di wilayah hulu turut membantu menjaga ketersediaan air baku.
Saat ini, Perumda Tirta Kencana kembali menempatkan kondisi Samarinda pada level Strategi Normal.
Mahakam Jadi Penopang Utama
Lebih dari 80 persen kebutuhan air baku Samarinda masih mengandalkan Sungai Mahakam.
Selain Mahakam, Perumda memanfaatkan anak Sungai Mahakam, yakni Sungai Karang Mumus dan Sungai Bengen, serta Bendungan atau Waduk Benanga.
Secara umum, seluruh sumber air baku tersebut masih relatif aman.
Sungai Karang Mumus bahkan dinilai lebih terjamin karena pola alirannya mengikuti pasang-surut Sungai Mahakam.
Berbeda dengan sumber air lainnya, kondisi Bendungan Benanga menjadi perhatian karena waduk tersebut sangat bergantung pada curah hujan.
Debit Benanga Mulai Menurun
Volume air yang masuk ke Bendungan Benanga mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut menjadikan Benanga sebagai salah satu titik pantau utama selama musim kemarau.
Jika curah hujan terus menurun, tekanan terhadap sumber air yang mengandalkan tampungan hujan tersebut berpotensi meningkat.
Meski demikian, Nor Wahid memastikan kondisi tersebut belum berdampak pada pengurangan kapasitas produksi secara masif.
Tantangan kemarau justru lebih terasa pada kualitas air baku.
Sekitar 4 persen wilayah pelayanan sempat mengalami peningkatan kadar zat besi dan mangan yang berdampak terhadap kejernihan air.
Perumda Tirta Kencana telah melakukan penanganan khusus, termasuk menyesuaikan dan menambah bahan kimia pengolahan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Warga Diminta Mulai Hemat Air
Menghadapi kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang, masyarakat Samarinda diminta tidak menggunakan air secara berlebihan.
“Kami mengajak masyarakat untuk berhemat menggunakan air agar pasokan bisa merata untuk semua. Masyarakat juga diharapkan melakukan penampungan air secukupnya,” imbau Nor Wahid.
Perumda Tirta Kencana menyatakan pemantauan terhadap sumber air baku dan kapasitas produksi akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi selama musim kemarau.
Nor Wahid juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar bersama dengan doa agar curah hujan segera kembali mencukupi kebutuhan air di Samarinda.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
