Borneo FC vs Persija Jakarta: Adu Taktik Jeronimo dan STY, Siapa Unggul?
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Borneo FC Samarinda langsung mendapat ujian berat pada laga perdana Super League 2026/2027. Pesut Etam akan menjamu Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026) malam.
Pertandingan ini bukan sekadar pembuka kompetisi. Bagi Borneo FC, duel kontra Persija menjadi ujian pertama sejauh mana skuad baru dan pelatih anyar Mauro Jeronimo mampu langsung bekerja sebagai sebuah tim.
Mayoritas komposisi Borneo FC mengalami perubahan dibandingkan musim sebelumnya, khususnya pemain asing. Karena itu, tantangan terbesar Pesut Etam bukan hanya menghadapi Persija, tetapi memastikan pemain-pemain baru bisa cepat menyatu dengan sistem permainan Mauro.
Pelatih asal Portugal itu setidaknya memiliki modal dari rangkaian pramusim di Yogyakarta. Borneo FC menjalani lima pertandingan uji coba dengan catatan empat kemenangan dan satu kekalahan.
Tiga laga di antaranya menghadapi tim Super League. Borneo FC menang 1-0 atas PSM Makassar dan 1-0 atas Garudayaksa FC, tetapi kalah 1-3 dari Madura United.
Dua pertandingan lainnya menghadapi klub Championship. Pesut Etam menang 2-1 atas Persiba Balikpapan dan mengalahkan Semen Padang dengan skor serupa.
Namun, hasil pramusim belum menjadi jaminan. Persija datang dengan persiapan yang juga cukup matang dan membawa pelatih yang sudah sangat berpengalaman di sepak bola Indonesia.
Shin Tae-yong Jadi Ancaman Tambahan
Persija kini ditangani Shin Tae-yong, sosok yang sudah sangat mengenal sepak bola Indonesia setelah menangani Timnas Indonesia selama beberapa tahun.
Kehadiran STY membuat laga di Stadion Segiri semakin menarik. Bahkan, Shin mengakui Borneo FC merupakan lawan kuat dan memperkirakan Persija akan menghadapi pertandingan sulit di Samarinda.
Persija juga menunjukkan performa positif selama masa persiapan. Macan Kemayoran menjalani pemusatan latihan di Thailand dan mencatat kemenangan atas Police Tero 2-1 serta Chiangmai United 2-1.
Pada Piala Presiden 2026, Persija juga mampu menembus semifinal dan akhirnya mengakhiri turnamen di posisi ketiga.
Di fase Grup B, Persija menang 4-1 atas PSMS Medan, bermain imbang 2-2 melawan Port FC, dan kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya.
Langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah 1-2 dari Persib Bandung. Namun, Persija bangkit pada perebutan tempat ketiga dengan mengalahkan Arema FC 3-1.
Persiapan terakhir mereka juga impresif. Persija menang telak 4-0 atas Brisbane Roar dan mengalahkan Semen Padang 3-0.
Persija Bawa 22 Pemain, Sejumlah Pemain Absen
Meski memiliki persiapan positif, Persija tidak datang ke Samarinda dengan kekuatan penuh.
Shin Tae-yong kabarnya membawa 22 pemain untuk menghadapi Borneo FC. Sejumlah pemain harus absen, diantaranya Donny Tri, Andritany Ardhiyasa, dan Eksel Runtukahu yang masih menjalani pemulihan.
Kondisi tersebut bisa menjadi celah yang coba dimanfaatkan Borneo FC.
Apalagi, Persija kemungkinan menurunkan Nadeo Argawinata, mantan penjaga gawang Borneo FC yang tampil apik pada musim lalu hingga dinobatkan sebagai kiper terbaik Super League 2025/2026.
Nadeo tentu sudah mengenal karakter permainan dan atmosfer Stadion Segiri. Situasi ini membuat duel Borneo FC kontra Persija tidak hanya menjadi pertarungan antartim, tetapi juga mempertemukan Pesut Etam dengan mantan pemain andalannya.
Borneo FC Harus Pintar Mengelola Skuad
Tantangan Mauro Jeronimo tidak berhenti pada pertandingan melawan Persija.
Borneo FC musim ini harus membagi energi karena akan tampil di sejumlah kompetisi, yakni Super League, League Cup, ASEAN Club Championship, dan AFC Challenge League.
Dengan agenda yang padat, rotasi pemain menjadi salah satu pekerjaan penting bagi Mauro. Pengelolaan menit bermain diperlukan agar pemain tidak mengalami kelelahan maupun cedera.
Kedalaman skuad menjadi modal penting Borneo FC. Pelatih harus menentukan pemain yang paling siap sekaligus menjaga kebugaran untuk menghadapi jadwal kompetisi yang panjang.
Situasi tersebut membuat laga melawan Persija menjadi ujian awal yang penting. Borneo FC bukan hanya dituntut menang, tetapi juga harus menunjukkan bahwa perubahan besar dalam skuad tidak membuat performa tim ikut goyah.
Head to Head
Secara head to head, Borneo FC memiliki catatan lebih baik dalam pertemuan terakhir dengan Persija.
Dalam 10 pertemuan terakhir yang tercatat ILeague, Borneo FC meraih enam kemenangan, Persija hanya sekali menang, sementara tiga pertandingan lainnya berakhir imbang.
Pertemuan terakhir kedua tim pada 3 Maret 2026 berakhir imbang 2-2 di Jakarta.
Sebelumnya, Borneo FC bahkan dua kali mengalahkan Persija di Stadion Segiri, masing-masing dengan skor 3-1 pada 28 September 2025 dan 1-0 pada 4 Mei 2025.
Catatan tersebut menjadi modal psikologis bagi Pesut Etam. Namun, sejarah tidak akan banyak berarti jika skuad baru Borneo FC gagal menerjemahkan keunggulan kandang menjadi tiga poin.
Borneo FC vs Persija Jakarta pada akhirnya menjadi ujian pertama bagi Mauro Jeronimo: apakah perubahan besar yang dilakukan Pesut Etam mampu langsung menghasilkan tim yang kompetitif, atau justru membutuhkan waktu lebih panjang untuk menemukan bentuk terbaiknya.
Head to Head Borneo FC vs Persija
| Tanggal | Pertandingan | Skor |
| 3 Maret 2026 | Persija vs Borneo FC | 2-2 |
| 28 September 2025 | Borneo FC vs Persija | 3-1 |
| 4 Mei 2025 | Borneo FC vs Persija | 1-0 |
| 10 Desember 2024 | Persija vs Borneo FC | 1-1 |
| 6 Februari 2024 | Borneo FC vs Persija | 3-1 |
Jadwal: Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Kompetisi: Super League 2026/2027
Hari/Tanggal: Sabtu, 5 September 2026
Kick-off: 20.00 WITA
Stadion: Segiri, Samarinda
Penulis : Abraham Johan
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
