Pemprov Kaltim Susun Rencana Aksi Atasi Anak Putus Sekolah, Libatkan Seluruh Daerah

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kaltim, Berlin Friniko Sihaloho
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kaltim, Berlin Friniko Sihaloho (foto : Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PPATS) sebagai langkah konkret menekan angka anak putus sekolah dan memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan.

Penyusunan RAD dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Timur di Samarinda, Senin (28/7/2026). Kegiatan tersebut melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kaltim, Berlin Friniko Sihaloho, mengatakan persoalan anak tidak sekolah tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja karena penyebabnya sangat beragam.

“Tidak ada satu perangkat daerah yang bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri. Setiap instansi memiliki peran sesuai kewenangannya. Melalui RAD ini, kita ingin menyatukan langkah agar penanganannya lebih terarah dan saling mendukung,” ujarnya, dikutip dari laman Pemprov.

Faktor Ekonomi hingga Perkawinan Anak Jadi Penyebab

Menurut Berlin, anak tidak sekolah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, perkawinan anak, anak yang harus bekerja, hingga keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan.

Karena itu, penyusunan RAD PPATS menjadi upaya menyatukan program lintas sektor agar penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Dokumen tersebut nantinya akan menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menyusun dan menjalankan program pencegahan maupun penanganan anak yang belum pernah sekolah atau putus sekolah.

Selain memperkuat koordinasi antarlembaga, RAD juga diharapkan mampu menyelaraskan data, target, dan strategi sehingga kebijakan yang dijalankan lebih tepat sasaran.

Fokus pada Pendataan hingga Perluasan Akses Pendidikan

Dalam FGD, para peserta membahas berbagai strategi untuk menekan angka anak tidak sekolah, mulai dari penguatan sistem pendataan, perluasan akses pendidikan, pendampingan keluarga, hingga peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan.

Berlin berharap kolaborasi lintas sektor yang dibangun melalui RAD PPATS mampu menghasilkan kebijakan yang efektif sehingga semakin banyak anak di Kalimantan Timur dapat kembali melanjutkan pendidikan.

“Harapannya, tidak ada lagi anak yang tertinggal dari pendidikan karena persoalan yang sebenarnya bisa kita cegah dan kita tangani bersama,” tutupnya.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses