Pendataan Perlinsos Digital Baru 19 Persen, Dinsos Balikpapan Ajak Seluruh Warga Ikut Terdata
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan terus mendorong masyarakat berpartisipasi dalam Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Hingga 22 Juli 2026, pendataan telah mencapai 50.917 kepala keluarga (KK) atau sekitar 19 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, mengatakan capaian tersebut menunjukkan progres yang positif meski pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan.
Menurutnya, sistem Perlinsos Digital saat ini masih dalam tahap uji keandalan hingga akhir 2026 sehingga beberapa kendala teknis masih mungkin terjadi.
“Hingga saat ini pendataan sudah mencapai 50.917 kepala keluarga atau sekitar 19 persen dari target. Kami optimistis angka ini akan terus meningkat seiring bertambahnya partisipasi masyarakat,” kata Arfiansyah, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, gangguan jaringan yang sesekali dialami masyarakat maupun agen pendata merupakan hal yang wajar dalam proses pengembangan sistem berbasis digital.
“Karena sistem masih dalam masa uji keandalan hingga akhir tahun 2026, gangguan jaringan masih mungkin terjadi. Setiap kendala agar segera dilaporkan kepada Dinas Sosial, kemudian kami sampaikan kepada tim pusat sebagai bahan evaluasi,” ujarnya.
Selain kendala teknis, Dinsos juga menemukan masih banyak data masyarakat yang perlu diperbarui. Dalam proses pemutakhiran sejak triwulan IV tahun 2025, ditemukan warga yang telah meninggal dunia maupun sudah tidak lagi tinggal di alamat yang tercatat.
“Kami mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap perubahan data kependudukan kepada ketua RT. Data yang akurat sangat penting agar kebijakan perlindungan sosial benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Arfiansyah juga menepis anggapan bahwa Perlinsos Digital hanya ditujukan bagi calon penerima bantuan sosial. Menurutnya, seluruh masyarakat perlu terdata karena program tersebut bertujuan membangun basis data sosial nasional yang akurat.
“Masih ada masyarakat yang menolak didata karena merasa dirinya mampu. Padahal tujuan Perlinsos Digital bukan hanya menentukan penerima bantuan, tetapi membangun database sosial yang lengkap sebagai dasar berbagai kebijakan pemerintah,” katanya.
Melihat Kondisi Ekonomi Warga
Ia mencontohkan pengalaman saat pandemi Covid-19 yang menunjukkan kondisi ekonomi seseorang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Semua orang memiliki potensi mengalami perubahan kondisi sosial ekonomi. Hari ini mungkin mampu, tetapi ke depan situasinya bisa berubah. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat ikut terdata,” tuturnya.
Dinsos juga memastikan keamanan data pribadi masyarakat menjadi prioritas. Proses verifikasi dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Teknologi pengenalan wajah yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta diawasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah.
“Kami menjamin proses pendataan dilakukan dengan sistem yang aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena perlindungan data pribadi menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program ini,” tegas Arfiansyah.
Ia berharap partisipasi masyarakat terus meningkat agar target pendataan dapat tercapai sebelum proses verifikasi nasional dilakukan sebagai dasar penyaluran berbagai program perlindungan sosial pada 2027.
“Bagi masyarakat, jangan ragu untuk ikut terdata. Semakin lengkap dan akurat data yang dimiliki pemerintah, semakin tepat pula kebijakan perlindungan sosial yang dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani/Samsul
Editor: Ramadani
BACA JUGA
