BI Balikpapan Dorong UMKM Naik Kelas, Fokus Perluas Akses Pasar Global
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memperkuat upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional melalui penyelenggaraan Nusantara Export Academy (NEA) 2026.
Program yang berlangsung pada 13–15 Juli 2026 tersebut diikuti 41 UMKM potensial ekspor dari Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan atau export readiness UMKM melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, hingga pendampingan berkelanjutan.
“UMKM di wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser memiliki produk yang unik dan berpotensi bersaing di pasar global. Namun masih terdapat tantangan, mulai dari pemahaman proses ekspor, akses kepada buyer internasional, kesiapan produk sesuai standar global, hingga strategi pemasaran internasional,” ujar Robi.
Menurutnya, tantangan tersebut semakin kompleks di tengah kondisi geopolitik dunia yang belum stabil sehingga berdampak pada meningkatnya biaya logistik dan waktu pengiriman ekspor.
“Melalui Nusantara Export Academy, kami tidak hanya memberikan pelatihan selama tiga hari, tetapi juga pendampingan intensif selama tiga bulan agar peserta benar-benar siap memasuki pasar ekspor,” katanya.
Robi menjelaskan, peserta workshop dipilih melalui proses seleksi administrasi, kurasi, dan verifikasi lapangan. Produk yang mengikuti program berasal dari sektor makanan dan minuman olahan, kriya, serta wastra yang menjadi produk unggulan daerah.
Selama pendampingan, peserta akan mengikuti sesi one-on-one coaching, penyusunan rencana aksi ekspor, hingga fasilitasi business matching dengan calon pembeli dari luar negeri. Pendampingan juga mencakup proses transaksi ekspor bagi UMKM yang dinilai siap.
“Kami ingin memastikan hasil pelatihan benar-benar diterapkan sehingga semakin banyak UMKM mampu naik kelas dan melakukan ekspor secara berkelanjutan,” tambahnya.
Program tersebut juga melibatkan berbagai mitra strategis, seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Akademi Mudah Ekspor (AME), Master Bagasi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas pengusaha, serta sektor perbankan.
Jangkau Pembeli Global
Melalui kolaborasi tersebut, peserta memperoleh materi mengenai prosedur ekspor, penentuan HS Code, pengurusan dokumen kepabeanan, pembiayaan ekspor, hingga strategi memanfaatkan platform digital dan marketplace internasional untuk menjangkau pembeli global.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai peningkatan daya saing produk, mulai dari perbaikan desain kemasan, penyusunan label informasi gizi, peningkatan masa simpan produk, hingga penguatan kapasitas produksi.
“Kami berharap setelah mengikuti program ini, semakin banyak UMKM di wilayah kerja KPwBI Balikpapan mampu menembus pasar ekspor dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing,” tutup Robi.
Sebagai tindak lanjut, UMKM yang memenuhi persyaratan juga berkesempatan memperoleh fasilitasi dari Master Bagasi berupa pengiriman sampel produk ke luar negeri dan kurasi produk sebagai langkah awal membuka akses pasar global. Program ini sekaligus menjadi implementasi komitmen bersama perluasan akses ekspor yang telah disepakati berbagai pemangku kepentingan pada rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026.
Penulis : Samsul/Rilis Bank Indonesia
Editor : Ramadani
BACA JUGA
