Polda Kaltim Beberkan Ciri-ciri Pelaku Hipnotis, Ini Cara Agar Tak Jadi Korban

Waspada maraknya kejahatan dengan modus hipnotis atau gendam (foto : Ilustrasi AI)
Waspada maraknya kejahatan dengan modus hipnotis atau gendam (foto : Ilustrasi AI)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Polda Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya kejahatan dengan modus hipnotis atau gendam yang kerap menyasar korban di ruang-ruang publik.

Melalui edukasi yang disampaikan Bidang Humas Polda Kaltim, masyarakat diminta tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal karena pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan korban untuk melancarkan aksinya.

“Pelaku hipnotis memanfaatkan kelengahan korban untuk mengalihkan perhatian, memengaruhi pikiran, dan mengambil barang atau uang tanpa disadari,” demikian imbauan Polda Kaltim.

Modus Dimulai dengan Mengalihkan Perhatian

Dalam materi edukasi tersebut dijelaskan, aksi kejahatan biasanya diawali dengan pendekatan yang terlihat ramah. Pelaku mengajak korban berbincang, berpura-pura meminta bantuan, atau menawarkan sesuatu untuk mengalihkan fokus korban.

Setelah perhatian korban terpecah, pelaku diduga menggunakan sugesti melalui kata-kata, gerakan, atau benda tertentu seperti jam, kalung, pena, maupun benda lain agar korban menjadi bingung, linglung, atau kehilangan konsentrasi.

Ketika korban sudah tidak waspada, pelaku dengan leluasa membawa kabur barang berharga seperti telepon genggam, dompet, uang tunai, hingga perhiasan.

Kenali Ciri-ciri Pelaku

Polda Kaltim menyebut pelaku hipnotis umumnya memiliki pola yang hampir serupa, di antaranya:

  • Bersikap sangat ramah dan seolah ingin membantu.
  • Mengajak berbicara untuk mengalihkan perhatian korban.
  • Memanfaatkan benda tertentu sebagai media mengalihkan fokus.
  • Beraksi sendiri maupun berkelompok.
  • Sering beroperasi di tempat ramai seperti pasar, terminal, pusat perbelanjaan, hingga area publik lainnya.

Jangan Mudah Percaya Orang Asing

Untuk menghindari menjadi korban, masyarakat diimbau tetap waspada di mana pun berada serta tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal.

Selain itu, warga diminta menyimpan barang berharga di tempat yang aman, menghindari bepergian seorang diri apabila memungkinkan, serta segera menjauh apabila merasa ada orang asing yang bersikap mencurigakan atau memaksa mengajak berbicara.

Jika menemukan atau menjadi korban tindak kejahatan serupa, masyarakat diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat atau menghubungi layanan darurat Polri di nomor 110.

Polda Kaltim berharap meningkatnya kewaspadaan masyarakat dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus mencegah munculnya korban baru akibat modus hipnotis yang masih kerap terjadi di berbagai daerah.

Sumber : Humas Polda Kaltim

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses