Tiga Tim Berperingkat FIFA Terendah yang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Piala Dunia 2026 kembali membuktikan bahwa peringkat FIFA bukan jaminan meraih prestasi di panggung terbesar sepak bola dunia. Sejumlah negara dengan ranking jauh di bawah tim-tim unggulan justru sukses menembus babak 32 besar, sementara beberapa tim dengan peringkat lebih tinggi harus angkat koper lebih cepat.
Usai berakhirnya fase grup, sebanyak 32 tim memastikan tiket ke babak gugur, terdiri atas juara grup, runner-up, serta delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Menariknya, tiga negara dengan peringkat FIFA terendah di antara para peserta babak 32 besar adalah Bosnia dan Herzegovina, Cape Verde (Tanjung Verde), dan Ghana. Ketiganya berhasil mencuri perhatian setelah melampaui ekspektasi dan bahkan menyingkirkan tim-tim yang memiliki ranking lebih tinggi seperti Qatar, Arab Saudi, Uruguay hingga Uzbekistan.
Bosnia dan Herzegovina Cetak Sejarah
Bosnia dan Herzegovina menjadi tim dengan ranking FIFA terendah yang lolos ke fase gugur. Sebelum turnamen dimulai mereka berada di peringkat 61 dunia dengan koleksi 1.408,93 poin, dan naik tiga posisi berkat keberhasilan lolos ke babak 32 besar.
Tergabung di Grup B, Bosnia membuka turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Kanada. Mereka kemudian takluk 1-4 dari Swiss sebelum bangkit pada laga terakhir dengan mengalahkan Qatar 3-1.
Empat poin yang dikumpulkan cukup membawa Bosnia lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Kanada juga mengoleksi empat poin, namun finis sebagai runner-up grup karena unggul selisih gol. Sementara Swiss menjadi juara grup dengan tujuh poin.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian terbaik Bosnia dan Herzegovina sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Pada debutnya di Brasil 2014, langkah mereka terhenti di fase grup.
Di babak 32 besar, Bosnia akan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat pada 2 Juli 2026 WIB.
Debutan Cape Verde Tak Terkalahkan di Fase Grup
Kisah mengejutkan juga datang dari Cape Verde (Tanjung Verde). Negara yang menjalani debut di Piala Dunia ini berhasil lolos sebagai runner-up Grup H dan naik tiga peringkat FIFA ke posisi 64 dunia dengan 1.402,97 poin.
Hebatnya, Cape Verde tidak sekalipun menelan kekalahan di fase grup. Mereka menahan imbang favorit Spanyol 0-0 pada laga pembuka, bermain 2-2 melawan Uruguay, dan kembali bermain imbang tanpa gol menghadapi Arab Saudi.
Dengan tiga poin hasil tiga kali seri, Cape Verde finis di belakang Spanyol yang menjadi juara grup dengan enam poin. Uruguay dan Arab Saudi yang sama-sama mengoleksi dua poin harus tersingkir.
Tantangan berat sudah menanti Cape Verde di babak 32 besar. Mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina pada 4 Juli 2026 WIB.
Ghana Kembali Buktikan Kekuatan Afrika
Sementara itu, Ghana menjadi salah satu tim Afrika yang kembali menunjukkan konsistensinya di Piala Dunia. Berada di peringkat 64 FIFA, Ghana juga naik tiga posisi setelah memastikan tiket ke babak gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Tergabung di Grup L, Ghana mengawali turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Panama, kemudian menahan imbang Inggris tanpa gol, sebelum kalah tipis 1-2 dari Kroasia pada laga terakhir.
Empat poin yang dikumpulkan cukup mengantarkan The Black Stars ke babak 32 besar.
Bagi Ghana, pencapaian ini menegaskan tradisi kuat mereka di Piala Dunia. Negara Afrika Barat tersebut kini telah tampil dalam lima edisi, yakni Jerman 2006, Afrika Selatan 2010, Brasil 2014, Qatar 2022, dan Piala Dunia 2026.
Prestasi terbaik Ghana masih tercatat pada Piala Dunia 2010, ketika mereka menjadi negara Afrika ketiga dalam sejarah yang berhasil menembus babak perempat final.
Pada babak 32 besar, Ghana akan menghadapi Kolombia dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit pada 4 Juli 2026.
Keberhasilan Bosnia dan Herzegovina, Cape Verde, serta Ghana menjadi bukti bahwa kompetisi sepak bola dunia kini semakin kompetitif. Di Piala Dunia 2026, status unggulan maupun posisi di ranking FIFA tidak lagi menjadi jaminan untuk melangkah jauh, sementara tim-tim nonfavorit terus menghadirkan kejutan yang mengubah peta persaingan.
Penulis : Abraham Johan
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
