Presiden Prabowo: Begitu Banyak Uang Kita Menguap
BANGKALAN, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menghentikan kebocoran anggaran negara yang dinilai selama ini menghambat pembangunan nasional.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
“Begitu banyak uang kita menguap, hilang, dan ini pemerintah yang saya pimpin, saya bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menghentikan kebocoran-kebocoran ini,” tegas Presiden
Dalam forum yang dihadiri para ulama tersebut, Presiden menekankan pentingnya transparansi dan pengelolaan sumber daya negara yang lebih akuntabel. Ia menilai ulama memiliki peran strategis sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan perlu memahami arah kebijakan pemerintah.
Presiden juga memaparkan contoh efisiensi anggaran melalui pembangunan infrastruktur. Ia menyebut pembangunan sekitar 1.000 kilometer jalan hanya memerlukan anggaran Rp5,4 triliun.
“Bayangkan kalau Rp20 triliun, berapa ribu kilometer jalan bisa kita bangun, berapa banyak jembatan dan sekolah yang bisa diperbaiki,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah disebut telah mengambil langkah tegas dalam menertibkan pengelolaan sumber daya alam. Di antaranya dengan mengambil kembali lebih dari 5 juta hektare lahan sawit yang melanggar aturan serta menutup ratusan tambang ilegal.
Presiden menegaskan, upaya tersebut tidak mudah mengingat luasnya wilayah dan besarnya potensi kekayaan Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa kunci utama keberhasilan adalah pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
“Pemerintah harus bersih. Tidak boleh ada korupsi di Republik Indonesia,” tegasnya.
Langkah pemberantasan kebocoran anggaran dan penertiban sumber daya alam tersebut, menurut Presiden, menjadi fondasi penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat.
Sumber : Setneg
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
