Makam Korban Perang Jepang di Lamaru Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Ziarah

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Jejak sejarah hubungan Indonesia dan Jepang di Balikpapan kembali mendapat perhatian. Pemerintah Kota Balikpapan tengah mendorong kawasan makam dan monumen korban perang di Lamaru menjadi kawasan bernilai sejarah yang tidak hanya terjaga, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata ziarah.

Hal itu disampaikan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Agus Budi setelah menerima kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) Jepang. Pertemuan tersebut antara lain membahas selesainya proses pemindahan monumen atau makam korban perang dari Samarinda ke kawasan Lamaru, Balikpapan.

Menurut Agus, penyatuan lokasi tersebut diharapkan memudahkan keluarga maupun rombongan dari Jepang yang secara rutin datang ke Kalimantan Timur untuk berziarah.

“Ini bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam menghormati para korban perang dan menjaga nilai sejarah yang ada,” kata Agus, belum lama ini.

Kawasan Lamaru dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan cagar budaya sekaligus wisata ziarah. Kehadiran rombongan dari Jepang yang datang secara berkala menjadi salah satu alasan pentingnya penataan kawasan tersebut.

Namun, pemerintah juga mendapat permintaan untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi. Pasalnya, area makam atau monumen mulai berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan oleh masyarakat setempat.

Agus mengatakan, pemerintah akan melihat persoalan tersebut secara proporsional. Penataan kawasan diharapkan tetap memberikan ruang bagi masyarakat, tetapi tidak menghilangkan fungsi utama lokasi sebagai tempat penghormatan dan ziarah.

“Yang paling penting kawasan ini tetap terjaga. Kita tentu ingin masyarakat bisa beraktivitas, tetapi nilai sejarah dan penghormatan terhadap para korban harus tetap menjadi perhatian,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Konjen Jepang, pembahasan juga berkembang pada peluang kerja sama di sejumlah sektor. Di antaranya pendidikan, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih.

Pemkot Balikpapan bahkan menawarkan sejumlah peluang investasi kepada pihak Jepang, khususnya pada sektor pengolahan sampah dan penyediaan air bersih. Tawaran tersebut mendapat respons positif dari pihak Konjen Jepang.

Agus menilai kerja sama tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkuat hubungan Indonesia-Jepang sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Jepang memiliki pengalaman dan teknologi yang bisa dikembangkan untuk mendukung kebutuhan kota, terutama dalam pengelolaan lingkungan, sampah, dan air bersih,” katanya.

Sementara itu, terkait rencana penetapan kawasan Lamaru sebagai cagar budaya, Agus menegaskan status tersebut belum ditetapkan secara definitif. Saat ini prosesnya masih berada pada tahap pengusulan dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah berharap proses tersebut dapat segera memperoleh keputusan setelah seluruh persyaratan teknis dan ketentuan mengenai usia serta nilai sejarah kawasan terpenuhi.

Bagi pemerintah, penetapan cagar budaya bukan sekadar memberikan label pada sebuah lokasi. Lebih dari itu, status tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk menjaga warisan sejarah. Sekaligus membuka peluang pengembangan wisata yang tetap menghormati nilai kemanusiaan.

Sebab, di balik sebuah makam, selalu ada cerita tentang manusia, keluarga, kehilangan, dan harapan. Agar tragedi masa lalu tidak kembali terulang.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses