Profil Timnas Aljazair di Piala Dunia 2026: Kuda Hitam yang Siap Ulangi Kejutan 2014

Timnas Aljazair (foto : FIFA)
Timnas Aljazair (foto : FIFA)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Aljazair diprediksi menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Piala Dunia FIFA 2026. Les Fennecs kembali ke panggung dunia untuk pertama kalinya sejak 2014—edisi di mana mereka tampil impresif hingga babak 16 besar dan nyaris menyingkirkan Jerman di fase perpanjangan waktu.

Dengan format baru yang diperluas menjadi 48 tim, skuad asuhan Vladimir Petkovic datang dengan kepercayaan diri tinggi. Performa konsisten sepanjang kualifikasi serta kedalaman skuad menjadi modal kuat untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Pelatih Berpengalaman di Balik Kebangkitan Aljazair

Sejak ditunjuk pada Februari 2024, Vladimir Petkovic membawa pengalaman panjang dari kompetisi Eropa. Ia pernah menangani sejumlah klub di Swiss seperti Bellinzona dan Young Boys, serta mencatat prestasi bersama Lazio dengan menjuarai Coppa Italia 2013.

Di level tim nasional, Petkovic sukses membawa Swiss ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 dan perempat final Euro 2020. Kini bersama Aljazair, ia berhasil membangun tim yang solid dengan catatan lima kemenangan dan satu hasil imbang di kualifikasi Piala Afrika 2025, sebelum memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.

Jadwal dan Grup Aljazair di Piala Dunia 2026

Aljazair tergabung dalam grup yang cukup menantang dengan jadwal sebagai berikut:
• 16 Juni: Argentina vs Aljazair – Kansas City Stadium
• 22 Juni: Yordania vs Aljazair – San Francisco Bay Area Stadium
• 27 Juni: Aljazair vs Austria – Kansas City Stadium

Perjalanan Menuju Piala Dunia 2026

Aljazair memastikan lolos ke putaran final setelah mengalahkan Somalia 3-0 pada matchday ke-9 kualifikasi Afrika. Secara keseluruhan, mereka mencatat delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Mohamed Amoura menjadi bintang utama dengan torehan 10 gol, menjadikannya motor serangan sekaligus pembeda dalam perjalanan kualifikasi.

Sejarah dan Catatan Aljazair di Piala Dunia

• Konfederasi: CAF
• Prestasi terbaik: Babak 16 besar (2014)
• Penampilan terakhir: Brasil 2014
• Debut: Spanyol 1982
• Total penampilan: 5 kali (1982, 1986, 2010, 2014, 2026)
• Rekor: 13 laga, 3 menang, 3 imbang, 7 kalah

Momen Bersejarah Les Fennecs

Debut Aljazair di Piala Dunia 1982 langsung mencuri perhatian saat mereka mengalahkan Jerman Barat—menjadi tim Afrika pertama yang menaklukkan tim Eropa di ajang tersebut.

Sementara itu, edisi 2014 menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah. Aljazair berhasil lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dan memberikan perlawanan sengit kepada Jerman di babak 16 besar sebelum kalah di perpanjangan waktu.

Di turnamen tersebut, mereka juga mencatat kemenangan spektakuler 4-2 atas Korea Selatan serta menahan imbang Rusia untuk memastikan tiket ke fase gugur.

Peluang di Piala Dunia 2026

Dengan kombinasi pengalaman, kedalaman skuad, serta pelatih berkelas, Aljazair memiliki peluang besar untuk kembali menciptakan kejutan. Jika mampu menjaga konsistensi dan memaksimalkan potensi lini serang, Les Fennecs bisa melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya.

Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung pembuktian—apakah Aljazair sekadar peserta, atau benar-benar penantang serius di level global.

Skuat Timnas Aljazair

Kiper

  • Oussama Benbot (USM Alger)
  • Melvin Mastil (FC Midtjylland)
  • Luca Zidane (SD Eibar)

Bek

  • Achref Abada (USM Alger)
  • Rayan Aït-Nouri (Wolverhampton Wanderers)
  • Zineddine Belaid (USM Alger)
  • Rafik Belghali (KV Mechelen)
  • Ramy Bensebaïni (Borussia Dortmund)
  • Samir Chergui (Paris FC)
  • Jaouen Hadjam (Young Boys)
  • Aïssa Mandi (Villarreal CF)
  • Mohamed Tougai (Espérance de Tunis)

Gelandang

  • Houssem Aouar (AS Roma)
  • Nabil Bentaleb (LOSC Lille)
  • Hicham Boudaoui (OGC Nice)
  • Farès Chaïbi (Eintracht Frankfurt)
  • Ibrahim Maza (Hertha BSC)
  • Yacine Titraoui (Paradou AC)
  • Ramiz Zerrouki (Feyenoord)

Penyerang

  • Mohamed Amoura (Union Saint-Gilloise)
  • Nadhir Benbouali (Charleroi)
  • Adil Boulbina (Paradou AC)
  • Farès Ghedjemis (Valenciennes FC)
  • Amine Gouiri (Stade Rennais)
  • Riyad Mahrez (Al-Ahli Saudi FC)
  • Anis Hadj Moussa (Feyenoord)

Sumber : FIFA / Transmarkt

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses