PTMB Perkuat Antisipasi Krisis Air, Sumur Produksi dan Armada Tangki Ditambah
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) tidak hanya mengandalkan Embung Wain sebagai sumber air alternatif menghadapi potensi kemarau panjang.
Perusahaan daerah tersebut juga memperkuat cadangan air melalui penambahan sumur produksi serta meningkatkan kesiapan armada tangki untuk mengantisipasi gangguan distribusi air bersih.
Langkah ini dilakukan menyusul terus menurunnya muka air Waduk Manggar yang menjadi sumber utama air baku bagi sistem penyediaan air bersih Kota Balikpapan. Kondisi tersebut menjadi perhatian PTMB karena curah hujan belum menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Utama PTMB Balikpapan, Dr. Yudhi Saharuddin, mengatakan perusahaan telah menambah hampir 10 sumur produksi di sejumlah wilayah. Penambahan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperluas sumber air baku dan mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber utama.
“Sekarang kami sudah menambah hampir 10 sumur produksi. Lokasinya ada di Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, termasuk di kawasan Kampung Damai,” ujar Yudhi, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, PTMB juga tengah menjajaki pemanfaatan sumur milik masyarakat di kawasan Kampung Baru. Potensi sumber air tersebut diperkirakan mampu memberikan tambahan pasokan sekitar 20 liter per detik.
“Sumur masyarakat juga sedang kami jajaki untuk bisa dimanfaatkan. Kalau potensinya sekitar 20 liter per detik, tentu ini cukup membantu,” katanya.
Selain memperkuat sumber air baku, PTMB juga menyiapkan skenario distribusi apabila tekanan air melalui jaringan perpipaan mengalami penurunan. Saat ini perusahaan memiliki 12 unit mobil tangki dan akan mendapat tambahan dua unit pada September mendatang.
Yudhi mengatakan armada tersebut disiapkan terutama untuk melayani wilayah yang berpotensi mengalami gangguan tekanan air, khususnya kawasan dengan kontur lebih tinggi.
“Wilayah dataran tinggi tentu menjadi perhatian kami. Kalau tekanan turun, wilayah seperti itu biasanya lebih cepat merasakan dampaknya,” jelasnya.
PTMB juga membuka kemungkinan penggunaan kendaraan dari sejumlah instansi pemerintah sebagai dukungan apabila kondisi distribusi semakin membutuhkan pelayanan melalui tangki.
Tinggi Air Waduk
Sementara itu, kondisi Waduk Manggar hingga pertengahan Agustus masih dalam pemantauan harian. Produksi air baku masih berada di kisaran 1.000 liter per detik, meskipun tinggi muka air waduk telah turun menjadi sekitar 9,5 meter dari kondisi normal sekitar 12 meter.
Yudhi menyebut cadangan air berdasarkan pola pengelolaan yang disusun bersama Balai Wilayah Sungai masih diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Namun, kondisi tersebut tetap bergantung pada perkembangan curah hujan.
“Kalau hujan terus rendah sampai Desember, pengambilan air bisa turun sampai sekitar 75 persen dari kapasitas normal,” katanya.
Karena itu, PTMB menilai diversifikasi sumber air menjadi langkah penting untuk menjaga pelayanan. Selain Embung Wain yang ditargetkan dapat dimanfaatkan mulai September, keberadaan sumur produksi dan kesiapan armada tangki diharapkan menjadi lapisan pengamanan tambahan.
Pengalaman menghadapi kondisi kemarau ekstrem pada 2024 menjadi salah satu dasar PTMB memperkuat langkah antisipasi tahun ini. Perusahaan tidak ingin menunggu hingga cadangan air berada pada kondisi kritis sebelum melakukan tindakan.
Dengan memperbanyak sumber air baku dan menyiapkan pola distribusi alternatif, PTMB berharap kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi meski kondisi cuaca belum menentu.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
