Cegah Kebakaran, DPRD Soroti Instalasi Listrik dan Fasilitas Pasar

Seketaris Komisi II DPRD Balikpapan Taufik Qul Rahman

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com. – DPRD Kota Balikpapan mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan kebakaran di sejumlah pasar rakyat. Pengawasan terhadap instalasi listrik, kondisi fasilitas, kebersihan hingga saluran air dinilai perlu dilakukan secara rutin untuk menekan potensi terjadinya kebakaran.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mengatakan kondisi pasar yang padat dengan aktivitas perdagangan membuat aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah instalasi listrik. Jaringan yang tidak tertata, banyaknya sambungan serta kondisi lingkungan pasar dapat meningkatkan risiko terjadinya korsleting maupun percikan listrik.

“Pasar ikan misalnya, rawan dengan bencana kebakaran karena instalasi listriknya ke mana-mana. Kalau sedang menggunakan air untuk membersihkan meja atau bekas kotoran ikan, percikan air bisa saja terjadi,” ujar Taufik, Rabu (19/8/2026).

Ia menegaskan, pembenahan tidak cukup hanya dilakukan ketika terdapat kerusakan. Pemeriksaan dan pemeliharaan harus menjadi kegiatan rutin agar potensi gangguan dapat diketahui sejak awal.

Taufik juga meminta pengelola pasar bersama organisasi perangkat daerah terkait memperhatikan kebersihan lingkungan. Pasar yang tertata dan bersih, menurutnya, akan lebih mudah dikendalikan serta dapat mengurangi berbagai potensi yang membahayakan pedagang maupun pengunjung.

“Kalau ditata dengan baik, bersih, kemudian pemeliharaannya dilihat lagi, termasuk saluran-saluran dan instalasi listrik, itu salah satu cara mengantisipasi bencana yang akan terjadi,” katanya.

Butuh Pembangunan Kembali

Selain aspek kebersihan dan kelistrikan, kondisi bangunan pasar juga menjadi perhatian. Taufik menilai terdapat pasar rakyat yang tidak cukup hanya diperbaiki melalui renovasi, tetapi membutuhkan pembangunan kembali dengan konsep yang lebih modern, aman dan higienis.

Ia meminta Dinas Perdagangan tidak berhenti pada penyusunan program maupun pengalokasian anggaran. Setiap rencana penataan pasar harus diikuti dengan pelaksanaan di lapangan serta pemeliharaan secara berkelanjutan.

“Jangan hanya wacana. Uang diluncurkan untuk menata supaya semuanya benar, tetapi eksekusinya lambat. Semua tergantung bagaimana kemauan dan ketegasan kita sebagai mitra kedinasan,” tegasnya.

Menurut Taufik, upaya mitigasi harus dilakukan sebelum terjadi bencana. Pemerintah dan pengelola pasar perlu memetakan titik-titik rawan serta memastikan fasilitas pendukung berada dalam kondisi baik.

Komisi II DPRD Balikpapan, lanjutnya, akan terus mendorong pengawasan terhadap pengelolaan pasar. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar.

“Jangan menunggu pasar terbakar baru kita bergerak. Pencegahan harus dilakukan dari sekarang, mulai dari instalasi listrik, kebersihan, saluran air sampai kondisi bangunan,” pungkasnya.***

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses