BSPS Balikpapan Didorong Jadi Rumah Sehat, Pemkot Usulkan 250 Unit pada 2027

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mendorong program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tidak hanya meningkatkan kelayakan hunian, tetapi juga memastikan rumah yang dibangun memenuhi standar rumah sehat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, meninjau langsung progres pembangunan tiga unit rumah penerima BSPS di Jalan Selili RT 42, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Jumat (21/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bagus memastikan pembangunan berjalan sesuai target. 

Ia juga menekankan pentingnya kualitas bangunan agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Menurutnya, BSPS merupakan program kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Bantuan pemerintah menjadi stimulus, sedangkan penerima manfaat ikut berkontribusi melalui mekanisme swadaya.

“Program ini merupakan stimulus dari pemerintah yang dilaksanakan melalui arahan pemerintah pusat, kemudian didukung swadaya masyarakat penerima bantuan. Jadi ada kolaborasi antara pemerintah dan warga yang mendapatkan bantuan,” kata Bagus.

Pada 2026, Pemkot Balikpapan menargetkan pembangunan 100 unit rumah melalui program BSPS. Sebanyak 20 unit telah diserahkan kepada penerima manfaat bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara.

Sementara 80 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan. Dari jumlah tersebut, 55 unit telah memasuki tahap pembangunan dan ditargetkan seluruhnya rampung pada Oktober 2026.

Setiap unit rumah penerima BSPS mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta. Dana tersebut terdiri dari Rp27 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp3 juta untuk upah kerja pemilik rumah.

Skema tersebut dinilai memberikan manfaat ganda. Selain memperoleh hunian yang lebih layak, masyarakat juga dapat terlibat langsung dalam pembangunan sekaligus mendapatkan tambahan manfaat ekonomi.

“Selain mendapatkan rumah yang lebih layak, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi karena ikut terlibat dalam proses pengerjaan,” ujarnya.

Bagus mengatakan, hasil peninjauan di lapangan masih menemukan sejumlah perbedaan desain rumah. Karena itu, ia berharap pembangunan BSPS ke depan memiliki standar yang lebih seragam, terutama terkait aspek kesehatan, pencahayaan dan sirkulasi udara.

Kriteria Rumah Sehat

Ia mencontohkan salah satu rumah yang telah memenuhi kriteria rumah sehat karena memiliki teras, pintu dan jendela yang memadai, pencahayaan alami serta ventilasi yang baik.

“Kita ingin bantuan BSPS ini benar-benar mengacu pada konsep rumah sehat. Dengan pencahayaan yang cukup, ventilasi yang baik, dan lingkungan yang nyaman, masyarakat yang menempatinya juga akan hidup lebih sehat,” katanya.

Melihat kebutuhan rumah layak huni yang masih tinggi, Pemkot Balikpapan berencana memperluas cakupan BSPS pada 2027. Pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan sebanyak 250 unit rumah.

Bagus berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui transfer ke daerah dapat meningkat. Penguatan kemampuan fiskal daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga diharapkan membuka ruang lebih besar untuk memperluas program bantuan.

“Semakin besar kemampuan fiskal daerah, semakin banyak program yang bisa kita hadirkan untuk masyarakat. Harapannya, bantuan rumah layak huni ini dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Program BSPS diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus menghadirkan hunian yang sehat, aman dan nyaman di tengah perkembangan Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani/Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses