covid-19 (itb.ac.id)

Rapid Test Kedua 97 Tenaga Medis di Paser Negatif Covid-19

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Sebanyak 97 tenaga medis di Kabupaten Paser yang sempat melakukan rapid test dan menunjukkan positif kemudian melakukan isolasi diri, ternyata hasil rapid test kedua hasilnya negatif.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, ketika dilakukan rapid kedua hasilnya negatif. Sehingga kemudian Puskesmas Long Ikis dan Puskesmas Long Ikis telah dibuka kembali.

“Ternyata setelah dilakukan rapid test ulang hasilnya semua tidak reaktif atau negatif. Sehingga sudah 2 hari ini Pusksmas Long Ikis sudah kembali beroperasi. Demikian juga pada Puskesmas di Longkali yang sempat tutup sehari kini sudah beroperasi kembali,” katanya.

Sebelumnya sebanyak 30 tenaga medis di Puskesmas Long Kali dan 67 tenaga medis di Puskesmas Long Ikis ketika melakukan hasil rapid testnya menunjukkan hasil positif. Sehingga kemudian mereka pun harus menjalani isolasi diri.

Selain itu 64 tenaga medis di rumah sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda yang juga sempat menjalani isolasi karena hasil rapid test positif ternyata dari hasil pemeriksaan laboratorium PCR menunjukkan hasil negatif covid-19.

“Demikian pula dengan beberapa tenaga kesehatan yang ada di Abdul Wahab Syahrani Samarinda yang sebelumnya dilakukan rapid test sebelumnya reaktif kemudian dilakukan hasil labroratorum PCR ternyata semua negatif,” ujarnya.

Termasuk juga 35 tenaga medis di Kota Bontang yang sebelumnya dinyatakan positif hasil rapid test, kemudian dilakukan isolasi diri, ternyata dari hasil pemeriksaan laboratorium PCR menunjukkan hasil negatif covid-19.

“Demikiian pula yang ada di rumah sakit Taman Husada Bontang sudah dilakukan rapid test sebagaimana pemberitaan sebelumnya reaktif ternyata dari hasil laboratorium PCR semuanya dinyatakan negatif,” ujarnya.

Sehingga lanjutnya, hasil rapid test tidak bisa dijadikan tolak ukur bahwa seorang telah terinveksi covid-19. “Ini menandakan memang hasil dari rapid test ini, walaupun dikatakan reaktif, tapi reaktif palsu dan kalau ada yang negatif kemungkinan juga itu negatif palsu,” tukasnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.