Rasyid Bakri Minta Maaf ke Suporter, PSM Makassar Janji Bangkit Usai Gagal Menang
PAREPARE, Inibalikpapan.com – Kapten PSM Makassar, Rasyid Bakri, menyampaikan permintaan maaf kepada suporter setelah Juku Eja hanya mampu bermain imbang melawan Arema FC pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027.
Pertandingan yang berlangsung di stadion tanpa penonton tersebut berakhir imbang setelah PSM harus bekerja keras mengejar ketertinggalan hingga penghujung laga.
Rasyid tetap mensyukuri tambahan satu poin yang diraih PSM. Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari perjuangan para pemain yang terus berusaha hingga menit-menit akhir pertandingan.
“Kami bersyukur bisa mendapatkan satu poin setelah tertinggal. Ini hasil dari perjuangan teman-teman sampai akhir pertandingan,” ujar Rasyid, dikutip dari laman klub.
Namun, di balik hasil tersebut, Rasyid secara khusus meminta maaf kepada seluruh suporter PSM Makassar yang hanya bisa memberikan dukungan dari rumah karena laga digelar tanpa penonton.
Ia memastikan para pemain tidak akan berhenti melakukan evaluasi. Rasyid berjanji PSM akan bekerja lebih keras untuk memperbaiki kekurangan dan memburu kemenangan pada pertandingan berikutnya.
“Kami akan bekerja lebih keras lagi untuk memperbaiki kekurangan dan meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya,” tegasnya.
Darije Puji Perjuangan Pemain
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik, terutama pada babak pertama.
Juku Eja mampu menerapkan gaya permainan baru sesuai dengan rencana dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, efektivitas di lini depan masih menjadi persoalan.
“Kami bermain sangat baik di babak pertama dengan gaya permainan baru yang sesuai dengan rencana. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi masih terkendala penyelesaian akhir dan umpan terakhir,” ujar Darije.
Arema FC justru mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif untuk mencetak gol.
Memasuki babak kedua, karakter PSM mulai berubah. Semangat juang pemain kembali terlihat hingga akhirnya mampu mencetak gol penyeimbang.
Darije menyebut semangat tersebut sebagai karakter yang ingin kembali dibangun di dalam tim.
“Semangat inilah yang saya maksud, semangat Ewako dan Siri’na Pacce,” kata Darije.
Menurutnya, fighting spirit tersebut sempat hilang pada musim lalu. Karena itu, kemunculannya kembali dalam laga kontra Arema menjadi hal positif bagi PSM.
Enam Gol Kebobolan Jadi Pekerjaan Rumah
Di balik bangkitnya mental bertanding, PSM masih menghadapi persoalan serius di lini belakang.
Juku Eja telah kebobolan enam gol dalam dua pertandingan awal BRI Super League 2026/2027.
Darije menjelaskan, mayoritas gol yang bersarang di gawang PSM berasal dari situasi transisi setelah tim kehilangan penguasaan bola.
“Masalah tersebut mayoritas berasal dari situasi transisi setelah kehilangan bola,” jelasnya.
Tim pelatih, lanjut Darije, terus melakukan pembenahan terhadap persoalan tersebut. Namun, ia menyadari perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan proses.
Hasil imbang melawan Arema pun menjadi evaluasi penting bagi PSM. Tambahan satu poin memang menjaga langkah Juku Eja, tetapi pekerjaan rumah di lini pertahanan dan penyelesaian akhir masih harus segera dituntaskan.
Sementara bagi Rasyid Bakri, perjuangan hingga akhir pertandingan menjadi modal penting. Kini, kapten PSM tersebut ingin membayar dukungan suporter dengan hasil lebih baik pada laga berikutnya.
PSM bukan hanya dituntut bangkit dari sisi permainan, tetapi juga membuktikan janji kepada suporternya dengan kemenangan.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
