Rupiah Kini Sudah Tembus Rp 18.036/Dolar AS, Purbaya Klaim Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Suara.com)

JAKARTA, inibalikpapan.com — Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18.036 per dolar AS dan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut tantangan terbesar saat ini bukan kondisi ekonomi nasional, melainkan persepsi negatif pasar terhadap Indonesia.

Menurut Purbaya, sentimen yang berkembang dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional yang masih relatif kuat.

“Jadi kendala utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita yang enggak terlalu benar,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), melansir Suara, jaringan inibalikpapan.com.

Berdasarkan data pasar, rupiah melemah 0,86 persen dalam sepekan dan ditutup di level Rp18.036 per dolar AS. Tekanan juga terjadi di pasar modal, di mana IHSG berakhir di posisi 5.594 pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Meski pasar keuangan mengalami tekanan, Purbaya menegaskan aktivitas ekonomi domestik masih menunjukkan tren positif. Menurutnya, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga tetap terjaga.

“Karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus. Sampai sekarang kalau kita ke mana-mana aktivitas ekonomi meningkat,” ujarnya.

Pemerintah pun berupaya memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus mengembalikan kepercayaan investor.

“Itu yang akan kita hilangkan dengan kerja sama yang lebih erat dengan Bank Sentral,” katanya.

Sebelumnya, pimpinan DPR menggelar pertemuan bersama pemerintah dan Bank Indonesia untuk membahas perkembangan ekonomi nasional. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Menteri Keuangan Purbaya.

Dalam pertemuan itu, pemerintah dan Bank Indonesia sepakat memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap aset-aset domestik.

Purbaya optimistis koordinasi yang lebih erat antara pemerintah dan bank sentral dapat membantu menarik kembali aliran dana ke pasar domestik dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah ke depan.

“Keterpaduan kebijakan fiskal dan moneter diyakini mampu memperkuat dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses