Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Ingatkan Pentingnya Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pendidikan antikorupsi resmi didorong menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan budaya jujur dan berintegritas harus dibangun dari ruang kelas, bukan ketika kasus korupsi sudah terjadi.

Hal itu disampaikan Rudy Mas’ud saat menyambut peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi hasil kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kementerian Dalam Negeri di Ruang Heart of Borneo (HoB), Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (11/5/2026).

“Harapan Indonesia tanpa korupsi tidak dimulai dari ruang pemeriksaan ataupun ruang persidangan, tetapi dari ruang kelas,” kata Rudy Mas’ud saat menyampaikan pesan Ketua KPK RI Setyo Budianto.

Pendidikan Antikorupsi Diterapkan Mulai PAUD Hingga SMP

Program pendidikan antikorupsi tersebut akan diterapkan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan jenjang berikutnya.

Menurut Rudy, pendidikan karakter tidak boleh hanya menjadi pelengkap kurikulum, tetapi harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab.

Ia menilai nilai-nilai sederhana seperti disiplin, kepedulian, tanggung jawab, hingga keberanian harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling utama adalah keberanian. Anak-anak harus diajarkan berani jujur dan berani bertanggung jawab atas apa yang dilakukan,” tegasnya.

Kaltim Ingin Bangun Budaya Jujur Sejak Dini

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menerapkan buku panduan pendidikan antikorupsi tersebut di seluruh wilayah Kaltim secara bertahap dan berkelanjutan.

Langkah itu diharapkan mampu menciptakan normalisasi budaya kejujuran di tengah masyarakat sekaligus membangun generasi muda yang memiliki integritas kuat ketika memasuki dunia kerja maupun pemerintahan di masa depan.

Rudy menilai pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi harus dibangun melalui perubahan pola pikir sejak anak-anak.

“Pendidikan menjadi fondasi utama membentuk karakter bangsa. Kalau nilai kejujuran sudah tumbuh sejak kecil, maka itu akan menjadi kebiasaan sampai dewasa,” ujarnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses