Stok Beras Kaltim Aman 7 Bulan, Wakil Ketua Komisi IV DPR Soroti Gudang Bulog Tua di Balikpapan

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G Budisatrio Djiwandono meninjau stok beras saat mengunjungi Gudang Bulog Gunung Malang di Balikpapan, Sabtu (9/5/2026).
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G Budisatrio Djiwandono meninjau stok beras saat mengunjungi Gudang Bulog Gunung Malang di Balikpapan, Sabtu (9/5/2026). Foto: Ist

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G Budisatrio Djiwandono memastikan stok beras di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) masih dalam kondisi aman.

Kepastian itu disampaikan usai meninjau langsung gudang Bulog Gunung Malang Balikpapan, Sabtu (9/5/2026), setelah sebelumnya melakukan pengecekan di Samarinda.

Wilayah Kaltim kini menjadi perhatian nasional karena menjadi penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Ketersediaan pangan dinilai penting seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut.

“Setelah melihat langsung di lapangan, kami bersyukur stok beras dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” kata Budisatrio.

Berdasarkan data Bulog, total stok beras di wilayah Kaltimra saat ini mencapai sekitar 22.300 ton. Khusus di gudang Bulog Balikpapan tersimpan sekitar 7.600 ton beras.

Jumlah tersebut diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam hingga tujuh bulan mendatang.

Kepala Wilayah Bulog Kaltimra Musazdin Said mengatakan stok pangan di wilayahnya masih dalam kondisi terkendali.

“Update stok beras di Kaltimra saat ini sekitar 22.300 ton. Khusus di gudang Bulog Balikpapan ada 7.600 ton,” ujarnya.

Gudang Bulog Balikpapan Sudah Berdiri Sejak 1975

Meski stok dinilai aman, Budisatrio menyoroti kondisi sejumlah gudang Bulog di Balikpapan yang sudah berusia tua.

Beberapa bangunan diketahui telah berdiri sejak 1975 dan membutuhkan rehabilitasi, terutama pada sistem ventilasi penyimpanan.

Menurutnya, kondisi gudang menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas beras agar tetap layak konsumsi selama masa penyimpanan.

“Secara umum masih baik, tetapi ada beberapa bagian yang perlu direhabilitasi agar kualitas beras tetap terjaga selama penyimpanan,” ujarnya.

Sorotan juga diberikan terhadap gudang Bulog di Samarinda yang dinilai memiliki risiko banjir saat curah hujan tinggi.

Karena itu, DPR mendorong adanya kolaborasi antara Bulog dan pemerintah daerah agar perbaikan infrastruktur pergudangan bisa segera dilakukan.

Dalam kunjungan tersebut, Budisatrio juga mengungkapkan rencana pembangunan gudang Bulog baru di sejumlah daerah di Kaltimra. Salah satu wilayah yang menjadi prioritas yakni kawasan perbatasan dan pedalaman seperti Mahakam Ulu.

Menurutnya, keberadaan gudang di wilayah terpencil penting untuk menekan biaya logistik dan menjaga stabilitas harga pangan masyarakat.

“Daerah seperti Mahakam Ulu membutuhkan perhatian khusus karena akses distribusi pangan masih cukup sulit dan biaya logistik tinggi,” katanya.

Langkah itu dinilai penting agar distribusi beras tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah pedalaman yang selama ini menghadapi tantangan akses transportasi.

Distribusi Jadi Tantangan Berikutnya

Selain memastikan stok aman, DPR juga mengingatkan pentingnya distribusi pangan berjalan lancar agar kualitas beras tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi tepat waktu.

“Stok aman, tetapi distribusi juga harus lancar supaya kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” tambah Budisatrio.

Bulog Divre Kaltimra sendiri saat ini memiliki delapan kompleks pergudangan dengan total 19 unit gudang yang tersebar di berbagai daerah, berkapasitas antara 3.000 hingga 10.000 ton.

Dalam kunjungan tersebut, Budisatrio turut didampingi Ketua DPD Gerindra Kaltimra Seno Aji yang juga menjabat Wakil Gubernur Kaltim, serta jajaran anggota DPRD Balikpapan Fraksi Gerindra.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses