Hingga 31 Maret Pendapatan Negara Tembus Rp574,9 Triliun
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga 31 Maret menunjukkan tren positif dan ekspansif. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (5/5/2026).
“Hingga Maret, APBN tumbuh cukup ekspansif. Pendapatan negara tumbuh sekitar 10 persen,” ujar Menkeu Purbaya. dikuti dari laman Kemenkeu.
Pendapatan Negara Tumbuh Kuat
Realisasi pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun, ditopang oleh kinerja penerimaan pajak yang melonjak 20,7 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi, stabilnya harga komoditas, serta meningkatnya kepatuhan wajib pajak.
Selain itu, implementasi sistem digital perpajakan Coretax turut berkontribusi signifikan dalam optimalisasi penerimaan negara.
“Coretax menunjukkan dampak yang sangat positif terhadap pendapatan. Ke depan akan terus kami perbaiki agar semakin optimal,” jelasnya.
Di sisi lain, penerimaan dari kepabeanan dan cukai tercatat Rp67,9 triliun, sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp112,1 triliun atau tumbuh 7 persen (di luar dividen BUMN).
Belanja Negara Melonjak 31,4 Persen
Dari sisi belanja, realisasi hingga akhir Maret mencapai Rp815 triliun, tumbuh 31,4 persen. Belanja pemerintah pusat bahkan melonjak lebih tinggi menjadi Rp610,3 triliun atau naik 47,7 persen.
Peningkatan ini dipicu oleh berbagai program prioritas nasional, seperti program makan bergizi gratis, penyaluran bantuan sosial, hingga pembayaran pensiun, subsidi, dan kompensasi energi.
Transfer ke Daerah Meningkat
Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) juga mengalami peningkatan dengan realisasi mencapai Rp204,8 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Nonfisik, serta Dana Otonomi Khusus.
Termasuk di dalamnya relaksasi penyaluran dan tambahan anggaran bagi daerah terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera.
Defisit Tetap Terkendali
Meski belanja meningkat, pemerintah memastikan defisit APBN tetap dalam batas aman dan sesuai desain anggaran 2026.
“Defisit akan tetap kami jaga di bawah 3 persen sepanjang tahun, sesuai dengan rencana APBN,” tegas Menkeu.
Pemerintah juga menegaskan pembiayaan anggaran dikelola secara hati-hati, efisien, dan fleksibel mengikuti dinamika pasar keuangan global.
BACA JUGA
