Survei BPS: Penduduk Kaltim Tembus 4,05 Juta Jiwa, 30 Persen Lahir di Luar Provinsi

Suasana Ibu Kota Nusantara (IKN), dpadati puluhan ribu pengunjung (foto : Humas IKN)
Suasana Ibu Kota Nusantara (IKN), dpadati puluhan ribu pengunjung (foto : Humas IKN)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Jumlah penduduk Kalimantan Timur terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, total penduduk Kaltim kini mencapai 4,05 juta jiwa, naik signifikan dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 yang mencatat 3,02 juta jiwa.

Meski demikian, laju pertumbuhan penduduk dalam lima tahun terakhir mengalami perlambatan menjadi 1,52 persen per tahun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai, menyebut kondisi ini masih menempatkan Kaltim dalam fase bonus demografi.

“Rasio ketergantungan masih di bawah 50 persen. Artinya, penduduk usia produktif masih mendominasi,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Rasio Ketergantungan Menurun

Pada 2025, rasio ketergantungan tercatat 40,19 persen. Ini berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 40–41 penduduk usia nonproduktif.

Secara wilayah:

  • Tertinggi: Mahakam Ulu (42,47 persen)
  • Terendah: Penajam Paser Utara (29,92 persen)

Komposisi Penduduk dan Kelahiran

Dari total penduduk:

  • Laki-laki: 2,09 juta jiwa (51,74%)
  • Perempuan: 1,95 juta jiwa (48,26%)

SUPAS 2025 juga mencatat:

  • Total Fertility Rate (TFR): 2,09
  • Infant Mortality Rate (IMR): 13,47 per 1.000 kelahiran hidup

Angka tersebut menunjukkan rata-rata perempuan di Kaltim melahirkan sekitar dua anak selama masa reproduksi.

Migrasi Tinggi, Dampak IKN Terasa

Data juga mengungkap tingginya mobilitas penduduk. Sekitar 29–30 persen warga Kaltim lahir di luar provinsi, menandakan derasnya arus migrasi masuk.

Fenomena ini tak lepas dari meningkatnya daya tarik wilayah, terutama dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kalimantan Timur.

Mulai Menuju Penuaan Penduduk

Di sisi lain, Kaltim mulai mendekati fase ageing population. Persentase penduduk lanjut usia kini mencapai 9,05 persen.

Kondisi ini berimplikasi pada kebutuhan:

  • Layanan kesehatan lansia
  • Perlindungan sosial
  • Sistem kesejahteraan yang lebih adaptif

Disabilitas dan Tantangan Sosial

BPS juga mencatat prevalensi penyandang disabilitas sebesar 1,75 persen pada penduduk usia 5 tahun ke atas. Artinya, sekitar 1–2 dari setiap 100 penduduk mengalami disabilitas.

Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, bonus demografi yang masih berlangsung, serta arus migrasi tinggi, Kalimantan Timur berada pada fase penting dalam pembangunan.

Namun, tantangan ke depan juga tak kecil—mulai dari perlambatan pertumbuhan, penuaan penduduk, hingga kebutuhan layanan sosial yang semakin kompleks, terutama dalam menyongsong peran strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses