Tak Hanya BBM, Pemerintah Resmi Naikan Harga LPG Nonsubsidi Imbas Kondisi Geopolitik yang Memanas

Harga LPG nonsubsidi resmi naik dan langsung terasa di dapur masyarakat. Di tengah lonjakan harga BBM, kenaikan gas ini memperbesar tekanan biaya hidup, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil. (Foto: Pertamina)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Harga LPG nonsubsidi resmi naik dan langsung terasa di dapur masyarakat. Di tengah lonjakan harga BBM, kenaikan gas ini berpotensi memperbesar tekanan biaya hidup, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Dikutip dari Suara, jaringan inibalikpapan.com, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga LPG 12 kg dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung mulai 18 April 2026, atau naik sekitar 18,75 persen. Sementara LPG 5,5 kg ikut melonjak dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu.

Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak 2023 dan berlaku di banyak wilayah, dengan penyesuaian tergantung biaya distribusi.

Dampak Global, Efeknya Sampai ke Dapur Warga

Lonjakan harga ini dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Data menunjukkan Indonesian Crude Price (ICP) Maret 2026 menyentuh 102,26 dolar AS per barel.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan faktor global menjadi pemicu utama. kata dia, kenaikan ini dipicu situasi geopolitik global yang memanas, termasuk konflik yang mengganggu jalur distribusi energi.

Ketegangan di jalur strategis seperti Selat Hormuz turut mempersempit pasokan energi dunia.

Tekanan Ganda: BBM Naik, Gas Ikut Melonjak

Kenaikan LPG terjadi bersamaan dengan lonjakan harga BBM nonsubsidi. Produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex juga mengalami penyesuaian signifikan.

Meski demikian, pemerintah memastikan BBM subsidi tetap ditahan.

“Tapi hal penting yang perlu kami tekankan adalah Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak naik,” ujar Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses