Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid-Masjid di Balikpapan Didorong Jadi Pusat Kepedulian Sosial

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, saat menyerahkan santunan. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Kepedulian terhadap anak yatim kembali menjadi perhatian di Kota Balikpapan. Bertepatan dengan Milad ke-54 Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan, ratusan anak yatim menerima santunan dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Madinatul Iman Islamic Center, Minggu (28/6/2026).

Momentum tersebut tidak hanya menjadi peringatan hari jadi organisasi. Tetapi juga menegaskan peran masjid sebagai pusat kepedulian sosial, pembinaan umat, dan penguatan solidaritas masyarakat.

Pemerintah Kota Balikpapan mengapresiasi perjalanan DMI Kota Balikpapan yang selama ini tidak hanya berfokus memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah. Tetapi juga aktif menghadirkan berbagai program sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Mewakili Pemerintah Kota Balikpapan, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, menyampaikan penghargaan kepada jajaran DMI Kota Balikpapan, panitia, serta para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan santunan tersebut.

Menurutnya, perhatian terhadap anak-anak yatim merupakan tanggung jawab bersama yang perlu terus semua jaga melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

“Anak-anak yatim merupakan amanah yang harus kita jaga bersama. Kehadiran seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti. Bahwa semangat berbagi dan gotong royong masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat Balikpapan,” ujarnya.

Ia menilai santunan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang mampu menumbuhkan semangat, rasa percaya diri, dan motivasi anak-anak untuk terus belajar serta meraih cita-cita.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara berkelanjutan. Dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, mulai dari organisasi keagamaan, dunia usaha, komunitas, hingga para dermawan.

Menurut Andi, kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting dalam membangun budaya saling peduli di tengah masyarakat.

Memperluas Fungsi Masjid

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa fungsi masjid saat ini harus terus dapat perluasan, tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pembentukan karakter generasi muda.

“Peran masjid perlu terus diperkuat sebagai ruang yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan sosial masyarakat sekaligus menjadi pusat pembentukan akhlak dan nilai-nilai kebersamaan,” katanya.

Melalui peringatan Milad ke-54 DMI, Pemerintah Kota Balikpapan berharap sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat semakin erat. Utamanya dalam menghadirkan berbagai program sosial yang bermanfaat.

Pemerintah berharap semangat berbagi kepada anak-anak yatim juga menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari kemajuan fisik. Tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian sosial, solidaritas, dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.***

Penulis: Samsul
Editor: Donny M.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses