Timnas Indonesia Punya Skuad Termahal di Piala AFF 2026, Mampukah Berujung Gelar?

Gelandang Thom Haye menjadi bagian dari skuat Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 (foto : PSSI)
Gelandang Thom Haye menjadi bagian dari skuat Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 (foto : PSSI)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Timnas Indonesia datang ke ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan status yang tak dimiliki negara lain di Asia Tenggara: pemilik skuad termahal.

Berdasarkan data nilai pasar terkini, skuad Merah Putih memiliki valuasi mencapai €9,43 juta, unggul cukup jauh atas Vietnam (€6,63 juta) dan Thailand (€5,48 juta).

Meskipun sebenarnya, tak ada pemain yang saat ini berkompetisi di eropa. Karena seluruhnya bermain di Super League, termasuk ragnar Oratmangoen yang resmi berseragam Persib Bandung, begitupun Tim Geypens bersama Bali United.

Sementara, Marcelino Ferdinan kabarnya juga bergabung dengan salah satu klub Super League, dan statusnya saat ini masih terdaftar di klub kasta ketiga Inggris Oxford United. Adapun Mitchel Baker berseragam klub asal Amerika Serikat Vermont Green FC yang berlaga di USL League Two (USL2)

Dominasi Indonesia tak hanya terlihat di atas lapangan, tetapi juga dari sisi nilai pasar para pemain. Kehadiran sejumlah pemain yang berkarier di Eropa serta pemain diaspora membuat valuasi skuad Garuda melesat dan menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.

Berikut daftar nilai skuad peserta ASEAN Hyundai Cup 2026:

1. Indonesia – €9,43 juta

2. Vietnam – €6,63 juta

3. Thailand – €5,48 juta

4. Singapura – €3,73 juta

5. Malaysia – €3,33 juta

6. Myanmar – €3,00 juta

7. Filipina – €2,63 juta

8. Kamboja – €2,08 juta

9. Laos – €1,19 juta

10. Timor-Leste – €810 ribu

Namun, tingginya nilai pasar bukanlah jaminan meraih trofi. Dalam sepak bola, sejarah mencatat bahwa tim dengan valuasi tertinggi tidak selalu menjadi juara. Mental bertanding, kekompakan, strategi pelatih, dan konsistensi di setiap laga tetap menjadi faktor penentu.

Bagi Indonesia, status sebagai skuad termahal justru membawa tekanan lebih besar. Publik kini tidak hanya berharap permainan atraktif, tetapi juga menuntut hasil nyata berupa gelar juara ASEAN yang selama ini menjadi target utama.

Nilai pasar boleh tertinggi, tetapi hanya trofi yang akan menentukan apakah Indonesia benar-benar menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Sumber : Seasia Goal

Penulis : Abraham Johan

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses