WhatsApp Akui Salah Blokir Akun, Banding Dijanjikan Selesai Kurang 24 Jam
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendesak Meta segera memulihkan akun WhatsApp masyarakat yang terdampak penonaktifan akibat kesalahan sistem global. WhatsApp mengakui sejumlah akun diblokir secara keliru dan berkomitmen meninjau pengajuan banding pengguna dalam waktu kurang dari 24 jam.
Pemerintah turun tangan setelah menerima banyak aduan dari masyarakat mengenai akun WhatsApp yang tiba-tiba dinonaktifkan tanpa alasan yang jelas.
Dalam siaran persnya, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar mengatakan pemerintah telah meminta penjelasan kepada Meta sejak 14 Agustus 2026.
“Selama kurang lebih seminggu kami berkirim surat pertama ke Meta untuk meminta penjelasan terkait dengan banyaknya aduan terkait akun yang dinonaktifkan,” ujar Alexander usai pertemuan dengan Kepala Kebijakan WhatsApp untuk Asia Pasifik Esther Samboh di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Meta Dipanggil ke Kantor Kemkomdigi
Menurut Alexander, Kemkomdigi akhirnya meminta perwakilan WhatsApp Asia Pasifik hadir langsung setelah respons Meta tidak diterima sesuai waktu yang diharapkan.
“Karena sampai jam kerja selesai tidak ada respons dari Meta sehingga kami memanggil Meta untuk bisa hadir secara fisik di tempat kami di kantor ini untuk memberikan penjelasan langsung kepada pemerintah,” katanya.
Alexander menegaskan pertemuan tersebut secara khusus membahas keluhan masyarakat mengenai penonaktifan akun WhatsApp.
“Pertemuan dengan Meta hari ini khusus membahas masalah pemblokiran akun itu,” tegasnya.
WhatsApp Akui Terjadi Kesalahan Sistem
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik Esther Samboh menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna yang kehilangan akses terhadap akun mereka.
Esther menjelaskan WhatsApp memang menggunakan sistem untuk mendeteksi akun dan aktivitas yang diduga melanggar ketentuan layanan.
Namun, dalam proses pendeteksian tersebut, sistem melakukan kesalahan sehingga sejumlah akun yang seharusnya tidak terkena tindakan justru ikut dinonaktifkan.
“Dalam melakukan proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini kemudian sistem kami melakukan kesalahan,” ujar Esther.
WhatsApp mengklaim telah melakukan mitigasi untuk mengembalikan akses akun yang terdampak.
“Secara cepat sistem dan mitigasi sudah dilakukan untuk mengembalikan akun-akun yang kami melakukan kesalahan dalam memblokir akun-akun ini,” katanya.
WhatsApp Tegaskan Indonesia Tidak Ditargetkan
Esther menegaskan kesalahan penonaktifan akun tersebut bukan persoalan yang hanya terjadi di Indonesia.
Menurutnya, gangguan itu terjadi secara global dan tidak ada upaya khusus untuk menargetkan pengguna Indonesia.
“Hal ini terjadi secara global, jadi tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia. Ini memang kesalahan sistem yang terjadi secara global dan tidak ada upaya untuk menarget Indonesia,” ujarnya.
WhatsApp kini terus melakukan proses pemulihan terhadap akun yang terdampak kesalahan sistem tersebut.
“Ini memang kesalahan sistem yang langsung dimitigasi dan dengan demikian kami langsung berupaya untuk unban atau mengembalikan akun ke masyarakat kembali,” kata Esther.
Akun WhatsApp Belum Kembali? Ajukan Banding
Bagi pengguna yang hingga kini belum mendapatkan kembali akses ke akun WhatsApp, perusahaan menyediakan mekanisme pengajuan banding langsung melalui aplikasi.
“Pengguna bisa secara langsung melakukan banding di dalam aplikasi,” ujar Esther.
Ia memastikan pengajuan banding tersebut akan ditinjau dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Proses tersebut akan ditinjau oleh WhatsApp dalam kurang dari 24 jam, itu komitmen dari kami,” ujarnya.
Kemkomdigi meminta Meta memastikan proses pemulihan berjalan cepat karena gangguan akses terhadap WhatsApp dapat berdampak langsung terhadap aktivitas komunikasi masyarakat.
Pemerintah juga akan terus memantau penanganan aduan pengguna dan tindak lanjut Meta atas kasus penonaktifan akun tersebut.
Pengakuan WhatsApp bahwa pemblokiran terjadi akibat kesalahan sistem global kini menjadi titik penting bagi pengguna terdampak. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh akun yang salah blokir benar-benar segera dipulihkan tanpa prosedur berbelit.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
