Pemprov Kaltim Mulai Seleksi Tokoh Penerima Penghargaan 2026, Kedekatan Dilarang Jadi Pertimbangan
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai membuka proses penjaringan tokoh berjasa dan masyarakat berprestasi yang akan mendapat penghargaan pada 2026.
Namun, sejak tahap awal, Pemprov Kaltim mengingatkan agar proses seleksi tidak tercemar kepentingan pribadi. Faktor kedekatan atau hubungan personal ditegaskan tidak boleh memengaruhi penetapan penerima penghargaan.
Penegasan itu muncul dalam rapat perdana persiapan pemberian penghargaan yang digelar di Ruang Tenguyun, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (27/8/2026).
Rapat dipimpin Kepala Bagian Pelayanan Dasar Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Aji Vini Vayanti. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyusun mekanisme penjaringan sekaligus menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah (PD).
Semua Perangkat Daerah Diminta Ajukan Nama
Pada tahap awal, seluruh PD di lingkungan Pemprov Kaltim akan diminta mengusulkan nama tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dan signifikan terhadap pembangunan daerah.
Usulan tersebut nantinya dihimpun Biro Kesra Setda Kaltim untuk masuk ke tahap pembahasan dan penilaian berikutnya.
“Sesuai arahan, setiap PD akan bersurat resmi untuk mengusulkan nama tokoh yang dianggap telah memberikan kontribusi nyata dan signifikan bagi kemajuan Kaltim di berbagai sektor. Usulan tersebut nantinya akan disetorkan ke Biro Kesra Setda Kaltim,” ujar Vini, dikutip dari laman Pemprov.
Menurut Vini, penjaringan tidak hanya diarahkan kepada tokoh yang telah berjasa pada masa lalu. Figur kontemporer yang masih aktif berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat juga berpeluang masuk dalam daftar usulan.
Keterlibatan seluruh perangkat daerah dinilai penting karena masing-masing memiliki pengetahuan mengenai tokoh maupun masyarakat yang berkontribusi di bidang sesuai tugas dan fungsinya.
Karena itu, pengusulan diminta tidak dilakukan secara serampangan, melainkan mempertimbangkan rekam jejak, dedikasi, dan dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat serta daerah.
Pemprov Kaltim Ingatkan Seleksi Harus Bersih
Vini menekankan objektivitas harus menjadi prinsip sejak proses penjaringan dimulai. Meski tahapan saat ini masih berupa pengumpulan usulan, standar profesionalitas dan keadilan harus sudah diterapkan.
“Penetapan tokoh penerima penghargaan harus dilakukan secara objektif, profesional, dan berkeadilan. Jangan ada faktor kedekatan atau hubungan pribadi yang memengaruhi keputusan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting dalam proses pemberian penghargaan. Pemprov Kaltim ingin penghargaan yang diberikan benar-benar memiliki legitimasi dan merepresentasikan jasa maupun prestasi penerimanya.
Setelah seluruh usulan masuk, Biro Kesra akan menghimpun nama-nama tersebut sebagai bahan untuk proses pembahasan dan penilaian sesuai mekanisme yang ditetapkan.
“Kami berharap semua PD dapat segera menindaklanjuti hal ini agar proses penjaringan dan penilaian dapat berjalan tepat waktu,” kata Vini.
Penghargaan Harus Mencerminkan Kontribusi Nyata
Penghargaan tahun 2026 disiapkan sebagai bentuk apresiasi Pemprov Kaltim kepada tokoh berjasa dan masyarakat berprestasi yang telah memberikan dedikasi, pengabdian, serta kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pemprov Kaltim berharap proses seleksi yang dimulai dari rapat perdana ini mampu menghasilkan penerima penghargaan yang benar-benar memiliki rekam jejak dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, penghargaan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi bentuk pengakuan pemerintah terhadap orang-orang yang telah memberi dampak bagi kemajuan Bumi Etam.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
