1.440 Hektare Lahan Kaltim Tebakar, 500 Hektar dalam Kawasan Hutan, 11 Orang Utan Dipindahkan

Orangutan / BOSF
Orangutan / BOSF

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Ancaman El Nino dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menekan kelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur. Hingga 7 September 2026, luas lahan terbakar di Kaltim tercatat mencapai 1.440 hektare, dengan sekitar 600 hektare berada di dalam kawasan hutan.

Data tersebut menunjukkan karhutla bukan hanya persoalan lingkungan dan kualitas udara, tetapi juga ancaman langsung terhadap habitat satwa liar dan kawasan konservasi.

Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim Hamdani mengatakan, kondisi El Nino berpotensi meningkatkan risiko kebakaran karena membuat vegetasi dan lahan semakin kering.

Kaltim sendiri memiliki sekitar 8 juta hektare kawasan hutan yang terdiri atas hutan produksi, hutan lindung, hutan konservasi serta kawasan hutan yang dapat dikonversi.

“Sejak 2022 Dishut Kaltim terus meningkatkan sarana dan prasarana penanganan karhutla sekaligus memperkuat pelibatan masyarakat. Hingga kini telah terbentuk 301 regu Masyarakat Peduli Api atau MPA dengan sekitar 5.800 anggota yang tersebar di desa-desa sekitar kawasan hutan,” jelas Hamdani dikutip dari laman Pemprov.

600 Hektare Terbakar di Dalam Kawasan Hutan

Hamdani mengungkapkan, berdasarkan data periode 1 Agustus hingga 7 September 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 1.440 hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 600 hektare berada di dalam kawasan hutan, sedangkan 840 hektare lainnya berada di luar kawasan.

Angka ini menjadi perhatian karena kebakaran di dalam kawasan hutan berpotensi merusak habitat sekaligus mengganggu ekosistem yang menjadi tempat hidup berbagai jenis flora dan fauna.

“Semoga tidak terjadi lagi. Kita terus lakukan pencegahan,” ujarnya.

Untuk memperkuat penanganan, Dishut Kaltim telah meningkatkan sarana dan prasarana karhutla. Sebanyak 301 regu Masyarakat Peduli Api dengan sekitar 5.800 anggota juga dilibatkan untuk memperkuat pencegahan di sekitar kawasan hutan.

Para anggota MPA dibekali pakaian antisipasi api, peralatan penanganan karhutla dan pelatihan. Dishut juga memperkuat armada melalui pengadaan mobil tangki, pompa air, slip on serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

11 Orang Utan Dipindahkan Akibat Kebakaran

Ancaman terhadap satwa liar bukan sekadar potensi. Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda BKSDA Kaltim Yoyok Sugianto mengungkapkan, kebakaran di sekitar Samboja bahkan berdampak terhadap satwa yang tengah menjalani proses rehabilitasi.

Sebanyak 11 orang utan harus dipindahkan karena kawasan tempat mereka menjalani rehabilitasi terdampak asap kebakaran.

“Karena terdampak asap, kami lakukan pemindahan,” jelas Yoyok.

Orang utan dan bekantan merupakan satwa endemik Kalimantan yang menjadi bagian penting dari kekayaan biodiversitas Kaltim. Gangguan terhadap habitat maupun kawasan rehabilitasi dapat memperbesar tekanan terhadap upaya pelestarian satwa tersebut.

BKSDA Kaltim saat ini mengelola delapan kawasan konservasi yang tersebar di Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara dan Berau.

Kutai Timur dan Kukar Jadi Wilayah Prioritas

Menghadapi ancaman karhutla, BKSDA Kaltim memperkuat sistem deteksi dini melalui pemantauan berbasis Telegram yang terhubung dengan data satelit.

Ketika titik panas terdeteksi di sekitar kawasan konservasi, informasi peringatan dapat segera diterima petugas untuk ditindaklanjuti.

BKSDA Kaltim bersama mitra konservasi juga melakukan patroli dan pemetaan wilayah dengan mempertimbangkan titik panas, keberadaan sungai, lokasi penyelamatan serta potensi interaksi negatif antara satwa dan masyarakat.

Kutai Timur dan Kutai Kartanegara menjadi dua wilayah prioritas karena tingkat kerawanannya dinilai tinggi.

Penguatan patroli dan kesiapsiagaan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas. Sebab, semakin luas kawasan yang terbakar, semakin besar pula risiko kerusakan habitat dan terganggunya keberlangsungan satwa liar.

Ancaman El Nino pun membuat pencegahan menjadi semakin penting. Dengan luas hutan Kaltim yang mencapai sekitar 8 juta hektare, karhutla tidak hanya menjadi persoalan pemadaman api, tetapi juga menyangkut masa depan ekosistem dan biodiversitas yang ada di dalamnya.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses